BP Siapkan Tim Transisi Pelabuhan Internasional Batam Center Sejak Pukul 00.00

Suasana pelabuhan Internasional Batam Center pada Jumat, 2 Agustus. Foto: Humas

edisiana.com – Badan Pengusahaan (BP) memastikan pelayanan operasional Pelabuhan Internasional Batam Center berjalan lancar saat masa transisi pada Jumat pagi, 2 Agustus. Dengan menurunkan tim pukul 00.00 WIB.

“Tim telah berada di sini (pelabuhan) tadi malam pukul 12 malam untuk memastikan hal-hal teknis seperti penerangan, pendingin ruangan, dan keamanan layanan pelabuhan,” kata Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Dendi Gustinandar.

Sehingga, kata Dendi, layanan bagi pengguna jasa pelabuhan saat pukul 05.00 WIB tetap berjalan normal dan lancar.

“Kemudian kenyamanan dan kebersihan ini menjadi atensi penuh kami dalam waktu dekat,” katanya lagi.

BACA JUGA:  BP Batam Siapkan Asrama Haji untuk IGD Pasien Covid-19

“Mohon dukungan semua pihak agar proses transisi ini berjalan maksimal. Tujuannya tidak lain untuk kemajuan Pelabuhan Ferry Batam Centre yang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan internasional,” sambung Dendi.

Terpantau lancar pada Jumat pagi,  mobilitas baik tiket maupun keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan normal dan lancar. Petugas Ditpam di sejumlah titik turut melayani calon penumpang kapal ferry.

Pelabuhan Internasional Batam Center Jumat kemarin pada masa transisi. Dari pihak pengola ke PT. Synergy Tharada ke PT.  MetroSports Nusantara Bahari.

BACA JUGA:  Acar HUT Batam ke-191 dari Batam Great Sale sampai Guwes

Bukan tanpa alasan, lanjut Dendi, fokus utama BP Batam dalam masa transisi ini adalah menjaga kualitas pelayanan agar tetap maksimal.

Sehingga, situasi dan kondisi pelabuhan tetap kondusif di tengah masa peralihan operator pelabuhan.

“Kami telah melakukan pengecekan terhadap seluruh sarana dan prasarana pelabuhan yang menjadi aset negara. Ini bisa langsung dimanfaatkan dan dioptimalkan oleh pengelola baru agar pelayanan tetap optimal,” tambah Dendi.

Pihaknya juga akan terus berkomunikasi dengan operator baru, PT Metro Nusantara Bahari, guna memantau kondisi pelabuhan pasca peralihan.(maq)