Bola  

Tedesco: Kalau Kalah Saya Sulit Mau Ngomong

Lukaku saat mendapatkan peluang di depan gawang. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Pelatih Belgia Domenico Tedesco mengharapkan kelahan 0-1 atas Austria ini bisa menjadi pelecut semangat anak asuhnya untuk pertandingan keduanya melawan Rumania di Grup E.

Tedesco juga mengaku tidak bisa menyalahkan siapa pun dalam kekalahan yang penuh frustrasi ini. “Sulit untuk mengatakannya. Jika kami menang, saya bisa menyampaikan pendapat saya lebih banyak kepada Anda,” kata Tedesco seperti dilansir ESPN pada hari ini m

“Sekarang kami kalah, saya ingin menjadi pecundang yang baik dan adil. Kami memercayai orang-orang itu, kami memercayai wasit, VAR. Jika mereka memutuskan itu handball, maka kami harus menerimanya,” jelasnya menambahkan.

BACA JUGA:  Roy Keane Marah: Ya Ampun, Kane

Belgia akan merasa mereka seharusnya bisa unggul saat Lukaku mendapatkan peluang dari jarak dekat. Tapi digagalkan oleh kiper Slovakia Martin Dúbravka,  selepas pergerakan memukau Doku.

Dan itu adalah peluang pertama dari tiga peluang besar di babak pertama bagi Lukaku, yang telah mencetak 17 gol dalam 11 pertandingan di bawah asuhan Tedesco.

Gol kedua Lukaku yang dianulir terjadi di akhir babak kedua. VAR memutuskan bahwa pemain pengganti  Loïs Openda   handball karena bola mengenai tangannya sebelum memberikan umpan silang ke rekan setimnya.

BACA JUGA:  City Ingin Hindari Napoli dan Bayern di Perempat Final

Sementara Slovakia juga memperoleh peluang. Casteels harus melakukan penyelamatan yang luar biasa dari tendangan voli luar biasa Lukás Haraslín.

Belgia kembali nyaris mencetak gol ketika kemelut di mulut gawang berakhir dengan tembakan pemain pengganti  Johan Bakayoko yang sepertinya akan menjadi gol. Tapi bek Slovakia Dávid Hancko  berhasil menghalau bola melewati garis gawang.

“Kami harus bekerja sangat keras. Ini tidak mudah karena negara seperti Belgia menghasilkan begitu banyak pesepakbola,” ucap pelatih Slovakia Francesco Calzona.

“Namun negara-negara kecil seperti kami juga berkembang dan saya menyadari bahwa di grup kualifikasi negara-negara kecil terorganisir dengan sangat baik, dan memang benar, mereka telah membuat kemajuan,” pungkasnya.(maq)