edisiana.com – Dewi Fortuna lagi memihak Slovakia. Dua gol Belgia semuanya dianulir oleh Video Assisten Refree (VAR). Untung saja gol pemain Slovakia, Ivan Schranz yang juga berbau offside dianggap sah.
Kedua gol yang dianulir itu berasal dari tendangan Romelu Lukaku. Pertama karena offside dan yang kedua karena handball. Dan ini menjadi pada hari yang sangat membuat frustrasi bagi striker Roma tersebut. Sebab ia juga gagal memanfaatkan beberapa peluang emas.
Tim asuhan Domenico Tedesco mendominasi selama 90 menit di Frankfurt, Jerman pada Senin tengah malam. Tapi kurang kurang memiliki sentuhan klinis.
Ketika mereka berhasil mencetak gol, upaya mereka digagalkan oleh VAR. Selain itu kokohnya pertahanan Slovakia, membuat mereka kesulitan.
“Lukaku sudah lama bermain untuk Belgia dan tahu betul cara mencetak gol,” kata Tedesco dikutip edisiana dari ESPN pada hari ini.
“Dia menunjukkan hal itu berkali-kali. Malam ini dia mencetak gol, namun gol itu dianulir. Jika dia membutuhkan sesuatu, saya ada di sini untuknya, namun dia adalah pemain top dan tidak memerlukan apa pun mengenai skor itu,” tambah dia.
Tedesco mengatakan bahwa peluang yang terbuang sia-sia merupakan hal yang disayangkan namun tim Belgianya tidak perlu panik.
“Saya tahu suatu hari kami akan kalah; sayangnya itu terjadi hari ini. Hari ini tidak banyak yang bisa saya katakan kepada tim untuk menjadi lebih baik. Kami menciptakan banyak peluang, peluang besar. Jika Anda mencetak gol pertama, itu lebih dari mungkin. Kemudian pertandingan menjadi lebih mudah,” tuturnya.
Slovakia bergabung dengan Rumania di puncak klasemen setelah Rumania menang 3-0 atas Ukraina di Munich beberapa jam sebelumnya. Belgia selanjutnya bertemu Rumania di Cologne pada hari Sabtu mendatang.
Dalam pertandingan ini Belgia tidak diperkuat pasangan bek tengah pilihan mereka, Jan Vertonghen dan Arthur Theate. Sementara pemain sayap kiri Jérémy Doku bermain di sisi kanan pada babak pertama dan Yannick Carrasco sebagai bek sayap kiri, sehingga tim mengalami kekurangan keseimbangan.
Hal itulah yang menyebabkan gol pembuka Slovakia karena umpan buruk Doku ke dalam kotak penalti sendiri tidak dapat ditangani oleh pertahanan.
Dan ketika upaya Juraj Kucka berhasil diselamatkan, bola jatuh ke tangan Schranz, yang berbau offside menaklukkan kiper Belgia Koen Casteels dari sudut sempit. Pada menit keenam, lima detik.(maq)










