edisiana.com – Lionel Messi memastikan Inter Miami akan menjadi klub terakhirnya untuk pensiun dari sepak bola profesional. Mengingat usianya yang telah lebih dari 36 tahun.
Messi bergabung dengan Inter Miami musim panas lalu, dan mengakhiri tugasnya selama 20 tahun di Eropa saat ia bermain untuk Barcelona dan Paris Saint-Germain.
Selama berkarir Messi merupakan pencetak gol terbanyak Barcelona dengan 672 gol dan mencetak 32 gol serta mencatatkan 35 assist dalam dua musimnya di PSG.
Pemenang Ballon d’Or delapan kali itu telah mencetak 14 gol di semua kompetisi untuk tim Inter Miami yang berada di puncak Wilayah Timur musim ini.
Messi menyatukan dengan mantan rekan setimnya di Barcelona Luis Suárez, Sergio Busquets dan Jordi Alba di Miami. Dan ia mengatakan Miami adalah klub terakhir yang dia bela sebelum gantung sepatu.
Dalam kariernya yang bersejarah yang membuatnya memenangkan 40 trofi untuk klub dan negaranya, termasuk empat Liga Champions dan satu gelar Copa América — puncak kejayaannya adalah Piala Dunia yang ia menangkan bersama Argentina pada tahun 2022.
“Saya telah melakukan ini sepanjang hidup saya. Saya suka bermain bola. Saya menikmati latihan dan permainan sehari-hari. Ya, ada sedikit ketakutan bahwa semuanya akan berakhir. Itu selalu ada. Itu adalah sebuah langkah sulit meninggalkan Eropa untuk datang ke sini [Miami],” kata Messi seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Fakta bahwa kami menjuarai Piala Dunia sangat membantu untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang lain. Namun saya mencoba untuk tidak memikirkannya. Saya mencoba menikmatinya,” imbuhnya.
“Saya menikmati waktu saya bersama tim nasional, di mana saya juga mempunyai teman-teman yang baik. Saya menikmati detail-detail kecil yang saya tahu akan saya rindukan ketika saya berhenti bermain,” tutur dia.
Meskipun cedera membuat Messi melewatkan pertandingan Argentina melawan El Salvador dan Kosta Rika pada bulan Maret, ia tetap menjadi bagian integral dari peluang tim untuk mempertahankan Copa América akhir musim panas ini.
Dan dia menandai kembalinya dia ke panggung internasional dalam kemenangan Argentina atas Ekuador pada hari Minggu.
“Argentina selalu menjadi favorit dan pesaing, baik di Copa America maupun di Piala Dunia. Sekarang kami lebih difavoritkan karena dari mana kami berasal, setelah memenangkan Copa America terakhir, Finalissima, dan Piala Dunia karena kelompok pemain yang kami miliki,” terangnya.
Ia melanjutkan telah berlatih selama beberapa hari dan yang selalu mengejutkan dirinya. “Cara mereka berlatih, sikap para pemain, keinginan untuk menang, rasa lapar untuk terus menang. Ini akan menjadi Copa America yang sulit, sangat seimbang,” pungkasnya.(maq)









