edisiana.com – Pelatih Prancis Didier Deschamps memilih duet bek tengah Dayot Upamecano dan Ibrahima Konate untuk pertandingan pembuka Euro 2024 Prancis melawan Austria. Sementara William Saliba hanya sebagai cadangan.
Saliba tetap dimasukkan dalam skuad 26 pemain Prancis untuk Kejuaraan Eropa musim panas ini. Tapi jarang menjadi starter dalam pertandingan pemanasan Les Blues. Bahkan sampai melawan Kanada akhir pekan lalu.
Bekas pemain Saint-Etienne itu membuktikan kehadirannya yang meyakinkan di lini belakang bersama Upamecano dan pulang dari Nouveau Stade de Bordeaux. Dengan penghargaan man-of-the-match setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Dia juga bermain selama 45 menit pada pertandingan Prancis sebelumnya dengan Luksemburg, berkontribusi pada clean sheet saat pasukan Deschamps menang 3-0 di Stade Saint-Symphorien.
Namun, Le Parisien berpendapat bahwa penampilan impresif Saliba tidak akan cukup untuk memberinya tempat sebagai starter untuk pertandingan pembuka Grup D Prancis melawan Austria pada Senin malam.
Saliba harus puas mendapat tempat di bangku cadangan karena juara Eropa pada tahun 1984 dan 2000 ingin mengawali kampanye mereka dengan sempurna di Dusseldorf.
Upamecano dari Bayern Munich dan Konate dari Liverpool, masing-masing bermain sebanyak 20 dan 16 kali, diperkirakan akan mendapat kesempatan bermain di depan kiper AC Milan Mike Maignan.
MetroSports melaporkan Saliba dianggap sebagai bek tengah pilihan ketiga Deschamps. Dan pelatih timnas Prancis akan menjadi pemain pertama yang dipanggil jika Upamecano atau Konate mengalami cedera.
Mantan pemenang Piala Dunia Prancis Frank Leboeuf mengkritik cara Deschamps menangani Saliba. Baru-baru ini mengakui bahwa dia tidak mengerti mengapa bek Arsenal itu dihina.
“Saya akan mengatakan pertahanan sekarang. Dulunya kuat. Namun Didier Deschamps sepertinya bertanya-tanya siapa duet bek tengah terbaik. Dia mencoba sesuatu yang lain untuk kekalahan Prancis baru-baru ini dari Jerman,” terangnya.
“Di lini tengah, menurut saya kami punya daftar pemain-pemain fantastis, bagaimana mereka akan cocok bersama akan menjadi tanda tanya, tapi bakatnya tetap ada. Ketika Anda melihat nama-nama pemain di lini tengah Prancis, itu gila,” tambahnya.
“Didier harus menemukan empat pemain yang tepat untuk bermain sebagai bek. Ketika dia melakukannya, kami akan menjadi sangat kuat,” tugasnya.(maq)










