edisiana.com – Manajer Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal tidak mengalami dampak psikologis apa pun meski turun ke posisi kedua klasemen Liga Premier. Ia memastikan timnya tetap akan berjuang habis-habisan demi merebut gelar juara musim ini.
Situasi berubah setelah kemenangan 1-0 Manchester City atas Burnley pada pertengahan pekan. Hasil itu membuat The Citizens menghapus keunggulan sembilan poin milik The Gunners.
Tim asuhan Pep Guardiola kini memuncaki klasemen untuk pertama kalinya sejak Agustus, unggul dalam produktivitas gol. Padahal, Arsenal sebelumnya begitu dominan dengan menempati posisi teratas selama 208 hari musim ini.
Namun, jika menilik rekam jejak sejak Arteta mengambil alih pada 2019, Arsenal memang masih tertinggal dari City.
Dalam periode tersebut, The Gunners belum meraih satu pun gelar liga, sementara City sudah mengoleksi empat trofi Premier League.
Kesempatan bangkit kini terbuka. Arsenal akan menjamu Newcastle United di Stadion Emirates, Sabtu malam ini. Di sisi lain, City tengah disibukkan dengan agenda semifinal Piala FA.
Arteta pun menepis anggapan tekanan mental memengaruhi timnya. “Tidak, bagi saya. Sebelumnya, efek psikologisnya adalah kami dikejar selama berbulan-bulan. Efek psikologis itu berhenti, terlepas dari posisi Anda, karena Anda harus memenangkan pertandingan berikutnya,” ujarnya dikutip dari ESPN pada hari ini.
Ia menambahkan, menjelang laga penting tersebut, energi tim justru semakin meningkat.
“Kini tinggal lima pertandingan lagi. Dan hari ini adalah yang pertama. Kami akan memberikan segalanya. Mari kita berjuang,” tegasnya.(maq)











