edisiana.com – Atalanta akhir menyabet juara Liga Eropa sesudah menaklukkan Bayer Leverkusen dengan skor telak 3-0 di Stadion Aviva Dublin pada Kamis dinihari tadi. Gelar ini merupakan penantian selama 61 untuk klub Serie-A itu.
Leverkusen menghadapi tekanan berat sejak awal pertandingan. Leverkusen nampak masih belum pulih dari perayaan akhir pekan mereka, di mana mereka dinobatkan sebagai juara Bundesliga tak terkalahkan.
Sejumlah umpan ceroboh yang tak seperti biasanya berhasil disambar lini depan Atalanta saat memberikan tekanan tinggi. Tapi mereka tak mampu menemukan sentuhan mematikan di sepertiga akhir lapangan. Keadaan berubah pada menit ke-12.
Ketika Lookman melakukan tendangan sudut yang dalam, yang tak bisa dihalau. Dan, Atalanta dengan rapi mengubah penguasaan bola sebelum Davide Zappacosta menerobos ke dalam kotak dan melepaskan umpan silang mendatar yang berbahaya.
Lookman menyelinap kembali ke area penalti dan siap untuk melemparkan bola ke bagian atas gawang untuk memicu adegan perayaan yang liar.
Leverkusen masih kesulitan untuk mendapatkan pijakan dalam permainan setelah tertinggal, terutama tanpa penyerang ortodoks. Sementara etos kerja dan tekanan Atalanta tak henti-hentinya.
Umpan salah lainnya dari juara Bundesliga menghasilkan gol kedua Atalanta yang menakjubkan. Lookman yang elektrik mengumpulkan bola lepas, mengecoh Granit Xhaka dan kemudian melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke sudut bawah.
Butuh waktu hingga menit ke-34 bagi Leverkusen untuk akhirnya berhasil dalam menyerang. Dengan sepak bola satu sentuhan yang luar biasa melepaskan Alex Grimaldo. Tapi upaya lobnya gagal meskipun Juan Musso berada di tanah tak bertuan.
Xabi Alonso memasukkan striker Victor Boniface saat turun minum. Mencoba mengubah alur pertandingan. Tekanan energik Atalanta masih menjadi faktor penentu.
Mereka kini membalas dengan lebih percaya diri dan presisi, dan Piero Hincapie terpaksa melakukan penyelamatan penting untuk mempertahankan timnya dalam pertandingan tersebut.
Perlahan-lahan penguasaan bola Leverkusen mulai terlihat. Atalanta harus menahan tekanan terus-menerus dalam jangka waktu yang lebih lama, meskipun tim Jerman tersebut kesulitan untuk menciptakan peluang nyata.
Kemenangan ini membuat Atalanta mengakhiri penantian 61 tahun untuk meraih trofi dengan terinspirasi Ademola Lookman di final Liga Europa.(maq)











