Claudio Ranieri Pensiun dari Sepak Bola

Claudio Ranieri. Foto: Getty

edisiana.com – Claudio Ranieri mengundurkan diri sebagai pelatih klub Serie-A, Cagliari. Manajer yang pernah membawa Leicester City juara Liga itu dikabarkan akan pensiun dari sepak bola.

Pengumuman itu muncul setelah Cagliari menjamin diri mereka satu musim lagi di kasta tertinggi Italia menyusul kemenangan tandang mereka di Sassuolo pada hari Minggu.

Sky Sports Italia mengabarkan bahwa Cagliari menjadi tim terakhir Ranieri, karena ia telah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.

Pelatih asal Italia, yang sebelumnya menangani Cagliari pada tahun 1988, memiliki sisa kontrak satu tahun setelah bergabung dengan klub tersebut musim lalu dan membawa mereka promosi dari Serie B.

BACA JUGA:  Mourinho Sindir Halus Klopp

“Tuan Ranieri mengucapkan selamat tinggal kepada Cagliari. Dalam dua periode bersama klub, dia selalu berhasil memimpin tim untuk mencapai tujuan awal mereka,” kata Cagliari seperti dilansir ESPN pada hari ini.

“Ini adalah air mata kebahagiaan dan rasa syukur bagi pria yang mampu menulis beberapa naskah terindah dalam sejarah Cagliari. Apa yang dilakukannya akan tetap tak terhapuskan di hati setiap suporter,” kata klub tersebut.

BACA JUGA:  River Plate dan Rayados Gagal Menang, Persaingan Grup E Semakin Ketat

Ranieri  melatih Cagliari untuk terakhir kalinya pada hari Kamis ketika menjamu  Fiorentina dalam pertandingan terakhir mereka musim ini.

Pelatih asal Italia, yang pernah melatih  Juventus, AS Roma, dan Inter Milan di Serie A, terkenal karena membimbing Leicester City meraih gelar Liga Premier yang menakjubkan pada tahun 2016.

Dia juga melatih tim seperti Chelsea,  Fulham dan Watford serta Valencia dan Atletico Madrid di LaLiga Spanyol.

“Saya telah memutuskan untuk pergi sekarang dan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” kata Ranieri dalam video di media sosial Cagliari.

BACA JUGA:  Harapan Manchester United Gaet Dumfries Pupus, Kejar Frimpong Sudah Disambar Liverpool

“Saya melakukannya dengan enggan karena itu adalah keputusan yang sulit dan menyakitkan, tapi menurut saya itu benar,” tutupnya.(maq)