Gara-gara Rumput Lapangan Kering dan Tinggi
edisiana.com – Pep Guardiola deg-degan menghadapi pertandingan melawan Fulham lepas magrib nanti. Pasalnya, lapangan Craven Cottage kering dan tidak cocok dengan pemain Manchester City.
Pelatih asal Spanyol itu pun lalu berlatih di tempat khusus pada Kamis pekan ini. Tujuannya agar para pemain biasa bermain di rumput yang kering.
Selain itu, menurut Pep, lapangan itu juga beresiko terhadap bintang-bintangnya. Dia tidak mau mengambil resiko dengan masih menjalani tiga pertandingan lagi.
“Kemarin kami berlatih sebagian sesi dengan rumput yang kering dan tinggi untuk beradaptasi, untuk merasakannya,” kata Guardiola dikutip dari Daylimail pada Sabtu ini.
“Setelah kami bermain di lapangan rumput normal dan ada perbedaan besar. Besar sekali. Ini sangat berbeda,” tambahnya menegaskan.
“Ini seperti bermain di Wimbledon dan kemudian Roland Garros. Kami harus beradaptasi. Umpan-umpannya harus lebih kuat,” sambung mantan pelatih Barcelona itu.
Peraturan Liga Premier menyatakan rumput untuk pertandingan tidak boleh lebih panjang dari 30mm. Guardiola lebih memilih Etihad berukuran 20mm.
Man. City masih menjalani tiga laga lagi di akhir musim ini. Mereka menghadapi Fulham lalu berlaga lagi di kadang Tottenham Hotspur. Baru terakhir pada 19 Mei mereka menjamu West Ham di Etihad.
Ketiga klub asal London itu berupa menjegal The Sky Blues yang mengejar trofi Premier League yang keempat secara berturut- turut.
Baik Fulham, Tottenham dan West Ham lebih suka tetangganya, Arsenal menjadi juara. Saat ini The Gunners masih memimpin puncak klasemen dengan selisih satu poin dengan City. Cuma City memiliki satu pertandingan dibandingkan Arsenal.(maq)










