City dan Chelsea Terancam Terdepak dari Liga Inggris

Pep Guardiola dan Pochettino menunggu nasib klubnya. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Chelsea dan Manchester City dalam kerisauan. Kedua klub besar ini sama-sama bisa dikeluarkan dari Liga Premier jika mereka terbukti bersalah melakukan pelanggaran Financial Fair Play.

Korban terakhir dari peraturan itu adalah Nottingham Forest. Komisi independen memutuskan untuk mengurangi empat poin bagi klub itu, karena pelanggaran mereka terhadap peraturan Profit dan Keberlanjutan.

Liga Premier telah mengklaim bahwa klub tersebut melampaui ambang batas PSR  sebanyak £34,5 juta pada periode terkait. Bahkan klub tersebut kini turun ke peringkat ke-18 di zona degradasi dengan 21 poin. Tapi mereka akan ada banding.

Sebelumnya Everton juga dihukum dengan pengurangan poin karena pelanggaran yang sama. Awalnya dikenai sanksi sepuluh poin tapi komisi banding dikurangi menjadi enam.

Kini City dan Chelsea telah diperingatkan bahwa mereka akan dikeluarkan dari kompetisi papan atas jika terbukti melanggar peraturan tersebut.

Manchester City sedang menunggu hasil dari 115 dakwaan yang diajukan terhadap mereka oleh Liga Premier pada awal tahun lalu. Tapi tanggal persidangan yang ditetapkan oleh komisi tetapi belum dikonfirmasi secara resmi.

Sementara Chelsea belum didakwa atas pelanggaran keuangan. Dan ada kekhawatiran bahwa klub tersebut akan segera dihukum lantaran menghabiskan lebih dari £1 miliar sejak diambil alih oleh Todd Boehly pada Mei 2022. 

Media The Sun menerangkan dua putusan kepada Everton dan Nottingham Forest bisa  berimbas kepada The Blues dan The Citizen. Dalam laporan itu keduanya bisa terkena sanksi yang tidak terbatas. Mulai dari peringatan hingga pengusiran dari Liga Premier.

CEO Liga Premier Richard Masters menegaskan kembali bahwa tanggal persidangan kasus City ditetapkan pada bulan Januari. Tapi anehnya tidak menjelaskan kapan persidangan dilangsungkan.

BACA JUGA:  Haaland Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris

Menurut Mail Sport, tahun lalu bahwa persidangan direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2024. Yang  putusannya diperkirakan akan keluar setidaknya pada musim panas 2025.  City dituduh melanggar 115 peraturan selama 14 musim dari 2009-10 dan seterusnya.(maq)