Bola  

Ten Hag Tuduh Forest Sengaja Kawal Khusus Fernandes

Erik Ten Hag. Foto: Daylimail

edisiana.com – Erik ten Hag menuduh Nottingham Forest sengaja mengincar Bruno Fernandes untuk mematikan permain Manchester United di pertandingan putaran kelima Piala FA.

Dalam pertandingan pada Kamis dinihari itu, menang dengan skor 1-0 atas tuan rumah Forest. Fernandes mengirimkan tendangan bebas yang ditanduk oleh gelandang Brasil Casemiro pada menit ke-89. Sekaligus menyiapkan perempat final kandang melawan Liverpool.

Pemain Portugal itu mendapat banyak kritik di media sosial setelah kekalahan kandang hari Sabtu lalu dari Fulham. Tapi dalam laga itu dia tetap bertahan setelah mendapat tantangan dari Sasa Lukic, meskipun di dekat kontak terlarang.

Untung dia cepat melompat untuk berperan dalam serangan lawannya tersebut. “Kau lihat Forest mengincarnya,” kata Ten Hag dinukil dari BBC.

“Ada banyak pelanggaran terhadapnya dan lihat ketika dia mendapatkan bola, pelanggaran itu sangat ketat terhadapnya,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Pemain berusia 29 tahun itu tampak pincang saat meninggalkan The City Ground. Ten Hag merasa kritik terhadap akting Fernandes tidak adil.

“Saya melihat media sosial mengkritiknya. Menyedihkan. Dia mengalami cedera serius namun dia terus bermain pada hari Sabtu dan kemudian dia berjuang untuk menjadi bagian dari pertandingan ini,” ucapnya menjelaskan.

“Dia memiliki ambang rasa sakit yang sangat tinggi dan tahun lalu, dia melakukan hal serupa saat melawan Spurs dan saya pikir di semifinal (melawan Brighton). Itu menunjukkan kepemimpinannya,” sambung dia.

Ten Hag enggan menyebutkan apa cederanya, meski saat melawan Fulham, Fernandes tampak mengalami cedera pada engkelnya.

Sementara manajer Forest Nuno Espirito Santo membantah timnya telah mengincar dan mengawal khusus terhadap Fernandes.

“Saya kira tidak. Saya tidak melihat apa yang dilihat Erik. Dia (Fernandes) adalah pemain yang sangat bagus. Dia perlu dikontrol. Kami melakukannya dengan cara yang adil,” terang dia.(maq)

BACA JUGA:  Kisah Superstar Messi (Bagian-2): Jika Main Mau Dibunuh, dan Kalau tak Main Dihajar Kawan