Klub – klub Besar di Liga Inggris tak Abai Taktik Bola Mati

Van Dijk bersama rekannya di Liverpool merayakan kemenangan. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Pelatih klub-klub besar seperti Pep Guardiola, Jurgen Klopp, Mikel Arteta  dan banyak lagi sudah memikirkan taktik bola mati. Dan menjadi bagian permainan indah ketika mereka menang.

Menurut Martin Keown, Graham Taylor adalah pencetus kemenangan dengan bola mati, jauh sebelum permainan ini dilakukan oleh pemain spesialis. 

“Saya bermain di bawah asuhan Graham di Aston Villa dan pada bulan Oktober 1987 kami menghadapi Spurs di Piala Liga,” kata Martin Keown seperti dilansir Daylimail pada hari ini.

“Kami memenangkan dan saya tahu persis apa yang harus dilakukan. Taylor menyuruh saya melakukan latihan plyometric – melompat ke atas kotak, melompati rintangan, hal-hal semacam itu – karena saya bertanggung jawab untuk menjentikkan bola dari tiang depan,” tambahnya.

“Dengan tinggi 6 kaki 2 inci, saya bukanlah yang terbesar, namun saya dapat mendaki setinggi yang terbaik di antara mereka. Sepak pojok masuk,” sambungnya.

Menurut dia, kala itu Taylor sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyempurnakan set-piece ini. Bahkan terkadang tidak peduli dengan permainan penguasaan bola, karena dia melihatnya sebagai cara penting untuk menang. 

“Seperti yang dilakukan Dave Bassett dan Howard Wilkinson ketika saya di Leicester. Saya secara pribadi mengganti nama kami menjadi ‘Leicester Set-Piece City’ di bawah keduanya,” ucapnya Keown.

Begitu juga Arsene Wenger saat di Arsenal menyiapkan strategi pada bola-bola mati. Namun dikombinasikan saat bertahan dan serangkaian menyerang.

Sementara saat ini, manajer seperti Guardiola, Klopp, dan Arteta menginginkan yang terbaik dari kedua dunia. Mereka ingin menang dengan indah, namun juga tidak menyia-nyiakan peluang dalam situasi bola mati.(maq)

BACA JUGA:  Bournemouth Bangkit dan Taklukkan Fulham 3-1, Naik ke Posisi Kedua Klasemen