Korea Selatan Tersingkir dari Piala Asia, Klinsmann Ogah Mundur

Jurgen Klinsmann menghibur Son Heung-Min setelah Korea Selatan tersingkir dari Piala Asia. Foto: Getty via ESPN

edisiana.com – Korea Selatan tersingkir di semifinal  Piala Asia di tangan  Yordania dengan skor 0-2. Namun demikian pelatih Jürgen Klinsmann tidak berencana untuk mengundurkan diri.

Klinsmann mengatakan dia marah setelah Taeguk Warriors dikalahkan  2-0 oleh Jordan di Stadion Ahmed bin Ali pada Selasa malam, 6 Februari.

“Saya sangat kecewa. Saya marah karena kami seharusnya tampil lebih baik,” jawab Klinsmann dikutip dari ESPN pada hari ini.

Jordania mencetak gol di babak kedua yang diciptakan oleh Yazan Al-Naimat dan Musa Al-Tamari. Kemenangan ini mengangkat The Chivalrous Ones meraih kemenangan terkenal di Al Rayyan, memastikan negara Timur Tengah itu mendapat tempat di final Piala Asia untuk pertama kalinya.

Meski hanya menguasai 30 persen penguasaan bola dan memasuki area penalti lawan sebanyak 16 kali dibandingkan Korea Selatan yang 36 kali, Jordan tetap mengungguli Korea.

Dengan 17 berbanding delapan, dengan tujuh tembakan tepat sasaran dibandingkan tidak ada tembakan Korea dan diakhiri dengan 1,7 ekspektasi gol (xG) berbanding 0,82.

Klinsmann hanya tersenyum saat ia mengucapkan selamat kepada pelatih Yordania Hussein Ammouta setelah pertandingan. Hal itu memicu kemarahan penggemar dan jurnalis Korea, terutama berbeda dengan beberapa pemain Korea yang menangis di lapangan.

“Saya memberi selamat kepada pelatih lain dan tersenyum hanya karena saya secara pribadi memberi selamat kepadanya, saya pikir itu bukan masalah besar,” ucap Klinsmann

Menurut dia, mereka memang pantas menang. “Seorang pelatih selalu bertanggung jawab atas bagaimana sebuah turnamen berjalan untuk sebuah tim. Tujuan kami adalah lolos ke final dan kami tidak lolos ke final,” tegas mantan timnas Jerman itu.

“Anda harus menerimanya, hasil seperti ini. Itu terjadi karena Jordan pantas mendapatkan hasil itu,” tambahnya.

Klinsmann, dianggap gagal saat Korea Selatan memiliki generasi emas yang telah menukangi lebih kurang dari setahun yang lalu. Kendati begitu ia tidak punya rencana mengundurkan diri.

“Saya tidak berencana melakukan apa pun. Saya berencana menganalisis turnamen ini, pergi bersama tim kembali ke Korea dan kemudian berbicara dengan federasi tentang apa yang bagus dan apa yang tidak bagus di turnamen itu,” paparnya.

“Saya pikir ada banyak hal bagus yang kami lihat. Ada tim yang sedang berkembang, tim yang masih harus berkembang menuju Piala Dunia di AS, Meksiko, dan Kanada dalam beberapa tahun ke depan, dengan kualifikasi yang sangat sulit. kampanye. Jadi masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan,” tutur dia.(maq)

BACA JUGA:  Lima Klub Liga Premier Siap Menampung, Coutinho Pilih yang Mana?