Inter Tumbangkan Napoli dari Puncak Klasemen

Simone Inzaghi di pertandingan semifinal Liga Champions. Foto: Getty via ESPN

edisiana.com – Juara bertahan Napoli ditumbangkan Inter Milan dari puncak klasemen Serie A pada Minggu malam.

Napoli memulai pertandingan dengan penuh semangat. Pemainnya Eljif Elmas melepaskan tembakan kuat dari jarak jauh yang memaksa kiper Inter Yann Sommer melakukan penyelamatan yang apik.

Meski mengenakan seragam ketiga berwarna oranye, para pemain Inter kesulitan menemukan satu sama lain di awal pertandingan. Momentum mereka sering tersendat dan Napoli menciptakan peluang di sisi sayap.

Sekitar setengah jam, pemain Napoli Matteo Politano mencoba melepaskan tembakan jarak jauh. Dia mendapat umpan dari Khvicha Kvaratskhelia. Tapi usahanya membentur mistar gawang.

Inter kemudian mencetak gol sebelum turun minum. Calhanoglu melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti ke sudut bawah gawang untuk menjadi gol terobosan.

Di babak kedua, didukung oleh penonton tuan rumah yang riuh, Napoli terus melanjutkan serangan mereka, dengan tendangan sudut Kvaratskhelia pada menit ke-60 nyaris meleset dari sasaran.

Namun pada menit ke-61 momentum babak kedua Napoli tergelincir ketika Barella menerima umpan silang di kotak penalti. Dia dengan cerdik melewati dua pemain bertahan lalu menempatkan bola melewati kiper Alex Meret untuk menggandakan keunggulan Inter.

Thuram memastikan poin dengan golnya lima menit menjelang pertandingan usai. Saat ia masuk ke dalam kotak penalti tanpa terkawal untuk memanfaatkan umpan silang akurat pemain pengganti Juan Cuadrado untuk menjadi gol ketiga Inter.

Kekalahan ini merupakan kemunduran lain bagi harapan Napoli untuk mempertahankan gelar. Karena mereka kini tertinggal 11 poin dari Inter. Mereka berada di peringkat kelima dengan koleksi 24 poin bersama AS Roma di peringkat keempat.

Inter memimpin Serie A dengan 35 poin, unggul dua poin dari peringkat kedua Juventus setelah 14 pertandingan.

Manajer Inter Simone Inzaghi mengakui tim besutannyaengalami kesulitan di babak pertama.

“Satu-satunya saat kami benar-benar kesulitan adalah ketika kami bertahan terlalu dalam. Kemenangan seperti ini di Naples sungguh memuaskan, tapi kami juga tahu ini baru Pekan ke-14 dan jalan yang harus ditempuh masih sangat panjang,” terangnya seperti dilansir ESPN pada hari ini.(maq)

BACA JUGA:  Belanda Berpotensi Hadapi Inggris di Babak 16 Besar