edisiana.com – Alexis Mac Allister mengatakan bahwa dia menolak nomor keramat di Liverpool karena sejarah nomor yang dikaitkan dengan legenda klub Steven Gerrard.
Allister baru saja didatangkan dari Brighton. Dengan nilai transfer cuma £35 juta. Pemain Argentina itu nantinya mengenakan jersey nomor 10 di Liverpool. Namun dia menjelaskan bahwa dirinya bisa saja mengambil nomor delapan setelah kepergian Naby Keita.
Gelandang itu juga menerangkan dia sempat ragu-ragu dengan mengambil nomor seragam yang dipakai legendaris oleh Steven Gerrard.
Dan merasa lebih nyaman maka dia memutuskan menggunakan angka yang sama dengan yang dia kenakan di Brighton.
“Saya sempat berbicara dengan ayah saya ketika dia bertanya nomor berapa yang akan pakai untuk Liverpool,” kata Mac Allister seperti dilansir Daylimail.
“Saya tahu ada beberapa nomor yang tersedia – termasuk 10 dan 8. Jersey nomor delapan adalah nomor yang sangat penting di klub itu karena Gerrard, jadi saya sedikit ragu,” imbuhnya. 
“Akhirnya saya memilih 10, tapi delapan adalah angka yang sangat saya sukai dan memiliki sejarah di klub,” sambung dia.
Karena punya historis keramat dan dipandang sebagai tanda penghormatan oleh Mac Allister di klub yang mana memenangkan dua Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu gelar Liga Champions.
Namun, nomor favorit Mac Allister hadir dengan tekanan tersendiri setelah sebelumnya dipakai oleh pemain seperti Sadio Mane dan Michael Owen.
Gelandang peraih Piala Dunia itu juga dikejar oleh Manchester United. Tapi dia kemudian menjelaskan perasaannya bergabung dengan Liverpool adalah langkah terbaik selanjutnya untuk perkembangannya.
“Setelah musim berakhir, saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Klopp dan dia memberi tahu saya tentang klub, kota, dan apa yang dia inginkan. Hal utama adalah sejak saat pertama, mereka berkomunikasi dengan keluarga saya dan dengan saya, mereka ingin saya ada di sana,” terangnya.
“Ketika saya bisa berbicara dengan pelatih, itu menjadi lebih jelas. Detail kecil itulah yang membuat saya memilih Liverpool. Saya merasa itu adalah langkah yang tepat dalam karir saya,” tuturnya.(maq)










