edisiana.com – Pep Guardiola mengatakan perjalanan menuju Istanbul dibubuhi mimpi yang indah. Dia bermimpi merebut Piala Champions yang paling bergengsi di Eropa.
Sejak keluar dari klub Catalan Pep belum pernah menggapai si kuping besar. Empat tahun di Bayern tidak sekali pun Pep meraihnya.
Begitu juga di Manchester City. Cuma Pep sudah dua kali membawa timnya ke final. Sayang final tahun 2021 itu City kalah dengan Chelsea 0-1. Dan peluang itu datang lagi pada tahun ini. Bisakah Pep?
“Ini mimpi, ya. Itu harus. Untuk mencapai sesuatu, harus selalu memiliki tingkat obsesi atau keinginan yang benar. Obsesi adalah kata positif untuk keinginan untuk melakukannya, tapi tentu saja itu mimpi,” kata manajer City itu dikutip dari ESPN pada hari ini.
“Kami tahu betapa pentingnya itu. Saya tidak mengontrol pendapat orang-orang, saya hanya fokus pada apa yang harus kami lakukan. Saya melihat permainan Inter dan kami mencoba melakukan permainan kami. Semuanya selesai dengan permainan dan tim siapa yang tampil terbaik selama 95 menit akan menang,” imbuhnya menjelaskan.

Menurut dia, dalam sejarahnya Inter Milan merupakan klub yang berpengaruh besar di kompetisi ini. Dengan sudah beberapa kali menjadi juara Champions.
“Kami adalah favorit untuk memenangkan pertandingan, dan kami melakukan performa terbaik dan itu bisa membuat perbedaan,” ujarnya dengan yakin.
Sejauh Erling Haaland sudah mencetak 12 gol di kompetisi musim ini. Dan itu hasil terbaik pemain City mana pun selama kampanye Liga Champions.
Pep mengaku penyerang Norwegia itu sama pentingnya Lionel Messi untuk tim Barcelona-nya. “Memiliki pemain bagus. Memiliki Messi, memiliki Haaland, ini kesuksesan saya. Saya tidak bercanda,” ucapnya.
“Biarkan mereka berpikir sendiri bahwa mereka tidak bisa melakukannya, bahwa bersama-sama mereka menjadi tim yang kuat,” tutur dia lagi.
“Setiap manajer yang sukses memiliki institusi yang kuat dan pemain yang luar biasa. Saya tidak pernah mencetak gol sebagai manajer,” terangnya.(maq)











