edisiana.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memaksimalkan kemampuan waduk yang ada untuk menambah pasokan air bagi masyarakat Batam ke depan.
Dan untuk memastikan ketahanan air jangka panjang BP Batam akan menambah unit baru.
“Ditambahkan unit instalasi pengolahan air baru di Mukakuning dengan kapasitas 350 Lpd (saat ini sementara dalam proses pembangunan) dan di tahun ini akan dibangun instalasi baru di Duriangkang sebesar 400 Lpd,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait dalam rilisnya.
Tuty menyampaikan BP Batam akan terus berupaya penuh menjalankan semua program ini sesuai dengan target pelaksanaan.
“Kami harapkan dukungan masyarakat, agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Ariastuty.
Ia juga berharap masyarakat dapat turut membantu pemerintah dalam menjaga daerah tangkapan air dan manajemen pemakaian air yang tepat, bagi ketahanan air ke depan.
“Pelaksanaanya tetap membutuhkan waktu. Dan butuh dukungan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan sustainable development goals khususnya ketahananan air Batam jangka panjang,” jelas Tuty.
Di kesempatan ini Tuty kembali menyampaikan permohonan maaf atas gangguan suplai air bersih di sejumlah wilayah di Kota Batam beberapa waktu lalu.
“Kami menyampaikan kembali permohonan maaf kepada masyarakat luas. Ini tentu menjadi atensi bagi kami,” ucap Tuty.
Ia menyatakan pimpinan BP Batam langsung merspon dengan membentuk pertemuan dengan pihak-pihak terkait.
Saat ini aliran air telah kembali mengalir dan secara bertahap normalisasi air telah berjalan.
“Atas hal tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi sangat responsif. Langsung diadakan pertemuan dengan berbagai pihak terkait,” terangnya.
Selasa lalu, Kepala BP Batam memimpin rapat mendesak dengan jajaran BU SPAM dan PT Air Batam Hulu dan Hilir, mengenai langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan dan juga distribusi air.(maq)











