Emirates Jadi Ajang Pembantaian Aston Villa

Gabriel Jesus melakukan selebrasi untuk mengakhiri masa paceklik golnya selama setahun ini. Foto: via BBC

edisiana.com – Emirates Stadium berubah menjadi panggung pembantaian. Arsenal menutup tahun dengan cara paling kejam: menggilas Aston Villa 4-1 tanpa ampun dan mengirim pesan keras ke seluruh Liga Premier. The Gunners kini berdiri gagah di puncak klasemen, unggul lima poin, dengan aura juara yang makin nyata.

Aston Villa datang ke London bak raja kecil. 11 kemenangan beruntun di tangan, termasuk kemenangan 2-1 atas Arsenal hanya 24 hari lalu. Tapi sepak bola tak mengenal masa lalu. Di Emirates, semuanya dilucuti.

Tanpa Matty Cash dan Boubacar Kamara karena skorsing, pasukan Unai Emery sempat membuat frustrasi tuan rumah. Namun itu hanya ilusi. Begitu Arsenal menemukan ritmenya, badai pun datang.

BACA JUGA:  Celta Vigo Pecat Mantan Pelatih Liverpool

Babak kedua baru berjalan tiga menit ketika Gabriel Magalhaes—kembali setelah cedera—muncul sebagai pahlawan tak terduga. Sundulan/sontekan bek Brasil itu pada menit ke-48 membuka pintu neraka bagi Villa.

Protes keras dilayangkan kubu tamu karena dugaan pelanggaran terhadap Emi Martinez, tapi wasit tak bergeming. Gol sah. Arsenal memimpin. Setelah itu? Dominasi total.

Martin Odegaard, sang kapten, mencuri bola di lini tengah dan mengirimkan umpan kelas dunia. Martin Zubimendi menyelesaikannya dengan dingin, menaklukkan Martinez. 2-0. Emirates meledak.

BACA JUGA:  Valverde: Semua Duel Madrid Sulit

Villa sudah sempoyongan, lalu Leandro Trossard menancapkan pisau ketiga. Tembakan rendah dari tepi kotak penalti, sempat menahan napas karena VAR, tapi akhirnya gol disahkan. 3-0. Selesai sudah.
Masih belum cukup. Dari bangku cadangan, Gabriel Jesus masuk untuk menari.

Sepakan melengkung indah dari luar kotak penalti memastikan malam itu menjadi pesta sempurna bagi pasukan Mikel Arteta. 4-0.

Villa hanya bisa mencetak gol hiburan. Ollie Watkins memanfaatkan kemelut di waktu tambahan. Terlambat. Terlalu kecil. Tak berarti.

Peluit akhir berbunyi, dan pesan Arsenal jelas: mereka siap merebut segalanya. Menukil BBC, The Gunners hanya dua kekalahan sepanjang musim liga, dan kini unggul lima poin atas Manchester City yang masih harus bermain melawan Sunderland pada 1 Januari 2026.

BACA JUGA:  Dua Perwakilan Bayern Nunggu Spurs Sepulang dari Singapura

London merah. Emirates bergetar.
Arsenal menutup tahun sebagai penguasa Liga Premier.(maq)