edisiana.com – Eropa kembali memanggil, dan Real Madrid datang dengan luka lama yang belum sembuh. Undian play-off Liga Champions mempertemukan kembali Los Blancos dengan Benfica—lawan yang pernah menyakiti mereka di fase liga dalam duel penuh drama.
Tim asuhan Jose Mourinho kala itu membuat Bernabéu terdiam. Kemenangan 4-2 Benfica atas raksasa Spanyol masih membekas. Kini, panggung berbeda, taruhannya lebih besar: hidup atau mati di Liga Champions.
Sementara itu, Newcastle United harus terbang jauh ke Azerbaijan untuk menghadapi Qarabag, tim peringkat ke-22 fase liga. Di atas kertas, The Magpies diunggulkan, tapi Eropa selalu punya cara menghadirkan kejutan.
Di sisi lain, sang juara bertahan Paris Saint-Germain tidak mendapat jalan mudah. PSG akan bentrok dengan rival domestik mereka, AS Monaco, dalam duel panas sesama Ligue 1 yang menjanjikan api sejak menit pertama.
Play-off dua leg ini diperuntukkan bagi tim yang finis di posisi 9 hingga 24 fase liga. Leg pertama akan digelar pada 17–18 Februari, sementara leg kedua menyusul sepekan kemudian.
Qarabag sendiri datang dengan catatan naik turun: tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan. Mereka baru saja dihantam 6-0 oleh Liverpool di Anfield dan belum pernah mengalahkan tim Liga Primer Inggris dalam sembilan percobaan.
Namun sejarah kecil tercipta November lalu—imbang 2-2 melawan Chelsea, hasil pertama mereka tanpa kekalahan kontra klub Inggris.
Pemenang duel Newcastle vs Qarabag akan menghadapi Chelsea atau Barcelona di babak 16 besar. Neraka sesungguhnya menanti.
Sementara itu, para raksasa sudah menunggu dengan tenang. Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, dan Tottenham melenggang mulus ke delapan besar fase liga dan mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar.
Semua mata kini tertuju pada 27 Februari, tanggal pengundian babak 16 besar hingga final. Dan puncaknya? Final Liga Champions 2025–2026 akan digelar di Puskás Aréna, Budapest, pada 30 Mei.
Liga Champions kembali. Drama dimulai. Dan Madrid… menginginkan balas dendam.(maq)










