Bola  

Kisah Kecil Iraola dan Arteta (Bagian-2): Kawan-kawan Keluar Negeri

Irlaola, Arteta dan bos Aston Villa, Unai Emery. Foto: BVMsSport

edisiana.com – Arteta dan Alonso berpindah negara untuk mengembangkan karier, sementara Iraola tetap tinggal di dekat kampung halamannya.

Dia membuat 510 penampilan dalam periode 12 tahun untuk Athletic Bilbao, menempatkannya di urutan kelima dalam daftar pemain sepanjang masa klub.

Sebagai seorang pemain, ia paling dikenang di kalangan Inggris karena peran utamanya dalam kemenangan dua leg Liga Europa atas Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson pada tahun 2012, ketika Marcelo Bielsa masih melatih Athletic.

Iraola pindah ke dunia kepelatihan pada tahun 2018 dan menarik perhatian Leeds selama berada di Rayo Vallecano, yang menghalangi kepergiannya.

Ia kemudian didapuk Bournemouth menggantikan O’Neil saat kontraknya habis pada penutupan musim. Bagi Iraola, kehidupan di Vitality Stadium hampir seperti rumah dari rumah.

“Saya merasa klub ini memiliki kemiripan dengan klub-klub yang pernah saya latih sebelumnya,” kata pria berusia 41 tahun itu.

“Mungkin ini bukan stadion terbesar dan sejarah terbesar, tapi bagi saya, ini adalah kesempatan yang luar biasa. Saya sangat senang. Saya dibuat merasa sangat diterima. Saya merasa semua orang berusaha membantu saya. Sensasi dengan para pemain dan suporter serta semua orang yang terlibat sangat bagus,” paparnya.

Iraola menerima bahwa latar belakangnya tidak akan menghalanginya dari tuntutan untuk mendapatkan hasil. Dia mendapat awal yang sulit, termasuk pertemuan awal dengan empat dari enam tim teratas Liga Premier, pertemuan dengan dua tim papan atas paling progresif di Brighton dan Brentford dan West Ham.

Jika Bournemouth memasuki bulan Oktober di luar zona degradasi, itu hampir bisa dianggap sebagai kemenangan.

Laga-laga setelah kunjungan Arsenal, melawan Everton, Wolves dan Burnley, akan memberikan indikasi yang lebih besar tentang bagaimana musim ini secara keseluruhan akan berjalan bagi Iraola dan pasukannya.

“Sepak bola jauh lebih rumit dari yang terlihat. Memang benar Anda mungkin punya prinsip sendiri. Tapi Anda harus beradaptasi,” ucapnya.

“Apakah saya ingin menguasai bola? Ya. Tapi itu bukan prioritas nomor satu. Saya ingin berada sedekat mungkin dengan gawang. Terkadang kami menguasai bola dan terkadang tidak,” imbuhnya.

Menurut dia, skuad Bournemouth sudah memiliki kemajuan dalam penguasaan bola. “Kami perlu meningkatkan pertahanan kami ketika kami berada sedikit lebih rendah. Namun tim ini tumbuh dan berkembang dan kami harus mempertahankannya,” tutupnya.(maq/habis)

BACA JUGA:  Ke City atau PSG, Messi?