Enam Wakil Klub Lolos,  Rp.10 Triliun Mengalir ke Premier League

Tijjani Reijnders selebrasi usai mencetak gol untuk Manchester City. Foto: via BBC

Dominasi Inggris Menggila di Liga Champions

edisiana.com –  Klub-klub Premier League mencetak rekor dengan enam wakil lolos ke fase berikutnya di Liga Champions. Dan menjadi sebuah pencapaian yang bukan hanya berbicara soal hasil di lapangan, tetapi juga soal uang dalam jumlah masif.

Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, Manchester City, dan Newcastle menjadi enam duta Inggris yang memastikan tiket ke babak selanjutnya.

Totalnya, mereka diperkirakan akan mengantongi setidaknya €500 juta dari dana hadiah UEFA—angka yang setara dengan sekitar Rp10 triliun.

Lima di antaranya—Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, dan Manchester City—bahkan langsung mendapat bonus tambahan €2 juta setelah memastikan kelolosan pada hari Rabu. Sebuah bukti betapa setiap kemenangan di Eropa kini bernilai emas.

BACA JUGA:  Klopp Sudah Analisis Permainan Ajax

“Masing-masing dari mereka bisa dengan mudah mendapatkan hampir €100 juta, dan mereka yang mencapai semifinal atau final akan mendapatkan lebih banyak lagi,” ujar Kieran Maguire, akademisi keuangan sepak bola, dikutip dari ESPN pada hari ini.

Fakta ini berarti Inggris akan menyedot lebih dari satu euro dari setiap lima euro total dana hadiah UEFA, yang musim ini mendekati €2,5 miliar dan dibagikan kepada 36 klub peserta Liga Champions. Sebuah ketimpangan yang sulit diabaikan.

Kekuatan finansial inilah yang, lima tahun lalu, mendorong Real Madrid, Barcelona, dan Juventus mencoba meluncurkan Liga Super Eropa demi mengejar ketertinggalan ekonomi.

Namun, penolakan keras dari Inggris kala itu menjadi salah satu faktor utama gagalnya proyek ambisius tersebut.

BACA JUGA:  Meulensteen: Salah Jika Erik Ten Hag Jual McTominay

Di atas lapangan, dominasi Inggris juga nyata. Arsenal tampil sempurna sebagai satu-satunya tim dengan rekor delapan kemenangan dari delapan laga.

Sementara Liverpool dan Tottenham tetap melaju meski performa domestik mereka jauh dari kata meyakinkan.

Liverpool, misalnya, memenangkan empat dari lima laga terakhir Liga Champions, termasuk kemenangan prestisius atas Real Madrid dan Inter. Ironisnya, mereka hanya mampu meraih empat kemenangan dari 13 pertandingan Liga Premier.

Tottenham bahkan lebih kontras: duduk di peringkat ke-14 liga domestik, namun tetap kompetitif di Eropa.

Bahkan Newcastle, yang dianggap sebagai wakil Inggris paling lemah di kompetisi ini, masih mampu menutup fase liga di atas tiga dari lima klub Spanyol, tiga dari empat klub Italia, dan tiga dari empat klub Jerman.

BACA JUGA:  Presiden LaLiga: Barcelona Bisa Seperti Ajax, Menjual Bintang Hebatnya

Liga Champions musim ini pun mengirim pesan yang jelas: Inggris bukan hanya kuat—Inggris sedang mendominasi. Secara permainan, secara ekonomi, dan secara pengaruh. Dan Eropa hanya bisa mengejar.(maq)