Progres KEK di Batam Bagus, BAT Sudah Bisa Tangani 44 Pesawat

538
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau KEK Nongsa Digital Park. Foto; Humas

Batam, edisiana.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KEK Batam Aero Technic (BAT) yang dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) ini mulai menunjukkan progress menggembirakan. Sejak ditetapkan sebagai KEK pada tahun 2021, menurutnya banyak progres yang terlihat.

“Kapasitas maintenance meningkat, jumlah tenaga kerja menjadi 3.000, 1.500 engineer sisanya mekanik. Progres yang bagus, saat ini sudah bisa menangani 44 pesawat di waktu yang bersamaan,” kata Menko Airlangga saat mengunjungi Batam pada Rabu, 26 April.

BACA JUGA:  Chevron Tutupi Kekurangan Produksi Minyak di Riau

KEK Batam Aero Technic (BAT) terletak di kawasan Bandara Hang Nadim memiliki luas 30 ha, dengan target investasi sebesar Rp 7,2 triliun dan target penciptaan lapangan pekerjaan untuk 9.976 tenaga kerja.

Dalam berkesempatan itu, Airlangga juga melihat masjid yang dibangun BP Batam di Bundaran Bandara Hang Nadim, bernama Masjid Tanjak. Menko Airlangga mengharapkan, kedepan Masjid Tanjak dapat menjadi koridor utama di Bandara dan akan menjadi Ikon Baru Destinasi Wisata Religi di Batam.

Lawatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berlanjut ke KEK Nongsa Digital Park. Ia mengatakan sejak diberikannya status Kawasan Ekonomi Khusus, investasi NDP mencapai Rp. 14 Trilliun, Data Center NDP juga terus dibangun, dengan kebutuhan energi listrik diatas 125 Megawatt.

BACA JUGA:  Vaksin Sinovac Tiba di Riau, Prioritas Tenaga Kesehatan, Bulan Maret Barulah Masyarakat Luas

Menurutnya, digital hub dari Batam ke berbagai wilayah yang terkoneksi dengan IT. KEK di kawasan Batam diyakini jadi pilot plan dan mercusuar bagi digital ekonomi di Indonesia.

Untuk itu, ia juga mendorong rencana pembangunan proyek PLTS di Batam yang sedang digarap oleh BP Batam. Harapannya PLTS kedepan akan digunakan di dalam negeri dan keluar. Termasuk mendukung pasokan listrik bagi keperluan industri dan kawasan ekonomi khusus.

BACA JUGA:  Skretaris Menteri Nikmati Suasana Pagi dì Taman Kolam Sekupang

“Apalagi Batam sedang disetujui oleh Presiden menjadi PLTS, yang kedepan digunakan di dalam negeri dan keluar (ekspor). Termasuk pasokan industri di Batam,” ujar Menko.

KEK Kesehatan Sekupang saat ini juga disiapkan dan sedang menunggu calon investor. BP Batam tengah berupaya, sehingga ia menghimbau seluruhnya dapat mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk menarik investor.(maq)

BAGIKAN