CBF Pecat Manajer Timnas Brasil Dorival

Dorival dipecat karena Brasil menelan kekalahan memalukan atas rivalnya Argentina. Foto: via ESPN

edisiana.com – Konfederasi sepak bola Brasil (CBF) akhirnya memecat Dorival Júnior sebagai manajer pelatih klub nasional. Dosanya lantaran kekalahan telak melawan rival abadinya Argentina.

Kekalahan telak 4-1 di Buenos Aires dinilai tidak masuk akal. Pasalnya Argentina tanpa kapten andalannya Lionel Messi. Selain menjadi sejarah kekalahan terbesar bagi Brasil di kualifikasi Piala Dunia.

“Kami mengumumkan bahwa pelatih Dorival Júnior tidak akan lagi bertugas di Tim Nasional Brasil. Dewan berterima kasih kepadanya dan mendoakannya agar sukses dalam kariernya selanjutnya,” terang CBF dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari ESPN pada Sabtu ini.

Dorival, yang bertanggung jawab penuh atas penampilan buruk timnya, namun tetap yakin bahwa ia bisa membalikkan keadaan.

BACA JUGA:  Messi Belum Habis Cetak Gol untuk Inter Miami

Dalam pertemuan pada hari Jumat antara presiden CBF Ednaldo Rodrigues dan Dorival, keputusan diambil untuk berpisah.

Dorival meninggalkan tim nasional dengan rekor 7 kemenangan, 7 seri dan 2 kekalahan dari 16 pertandingan yang dipimpinnya.

Dan Brasil belum dijamin mendapat tempat di turnamen tahun depan di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Sepanjang kariernya, Dorival belum bisa mengandalkan jasa pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, Neymar. Sebab ia mengalami masalah cedera yang dialami sang pemain.

Dorival diberi pekerjaan itu setelah sukses bersama Flamengo pada tahun 2022. Yang mana ia memenangkan Copa Libertadores dan Piala Brasil, trofi yang ia angkat lagi tahun berikutnya bersama São Paulo.

BACA JUGA:  PSG Habiskan Revel dengan Sembilan Tanpa Balas

Namun, ia bukan pilihan pertama CBF, karena Rodrigues awalnya mengarahkan pandangannya pada pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti.

Meskipun menunjukkan tanda-tanda menjanjikan dengan kemenangan persahabatan 1-0 atas Inggris dan hasil imbang 3-3 di Spanyol pada pertandingan pertama Dorival sebagai pelatih, Brasil tidak pernah berkembang.

Pelatih tersebut menjadi sasaran kecaman bulan Juli lalu setelah tersingkirnya Brasil di perempat final Copa América di tangan Uruguay.

Brasil gagal tampil mengesankan dan hanya memenangkan satu pertandingan grup sebelum kalah 4-2 dalam adu penalti melawan Uruguay.

Turnamen itu dimenangkan oleh pemenang Piala Dunia 2022, Argentina. Tapi kekalahan memalukan pada hari Selasa lalu yang merupakan kekalahan kelima Brasil di babak kualifikasi.

BACA JUGA:  Mbappé Dukung Dembélé Raih Ballon d'Or Usai Bawa PSG Juara Liga Champions

Meskipun memiliki duo pemain hebat Real Madrid Vinícius Júnior dan Rodrygo,  Raphinha dari Barcelona dan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers tapi Brasil hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran.(maq)