Fiorentina di Tepi Jurang, Degradasi Mengintai

Sørensen mencetak gol kemenangan untuk Parma. Foto: via MD

edisiana.com – Fiorentina semakin tenggelam. La Viola kini terpuruk di dasar klasemen Serie A setelah tumbang 0-1 di kandang Parma, Sabtu malam, dalam laga pekan ke-17. Kekalahan yang terasa seperti pukulan telak—dan alarm degradasi kini berbunyi keras di Florence.

Musim Fiorentina nyaris tanpa cahaya. Dari 17 pertandingan, mereka hanya mencatat satu kemenangan, itu pun lewat pesta 5-1 atas Udinese.

Selebihnya? Enam kali imbang dan 10 kekalahan. Angka-angka yang tak bisa dibantah, angka-angka yang menjerumuskan.

BACA JUGA:  Barcelona di Ambang Juara, El Clasico Berpotensi Jadi Penentu

Di Stadion Ennio Tardini, Fiorentina sebenarnya tampil dominan. Penguasaan bola lebih besar, tembakan lebih banyak. Namun seperti kisah klasik yang berulang, dominasi tak berarti apa-apa tanpa gol.
Satu momen menghancurkan segalanya.

Sundulan Oliver Sørensen menembus pertahanan La Viola dan mengoyak gawang Fiorentina. Gol itu cukup untuk menentukan hasil, dan Sørensen pun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.

BACA JUGA:  Ribut, Manajer Spurs dan Brighton Dihadiahi Kartu Merah

Di bawah mistar, David de Gea—kiper kelahiran Madrid dengan segudang pengalaman—hanya bisa terpaku. Tak ada keajaiban, tak ada penyelamatan heroik. Bola masuk, harapan runtuh.

Melansir MD, Fiorentina kini berada di persimpangan berbahaya. Jika tak segera bangkit, klub asal Tuscany itu bisa menghadapi mimpi buruk terbesar: terlempar dari Serie A.

Waktu terus berjalan, dan jurang degradasi kian menganga.(maq)