Betis Menang, tapi Harga yang Dibayar Terlalu Mahal

Isco saat ditarik keluar karena mengalami cedera serius. Foto: via MD

edisiana.com – Real Betis meraih tiga poin emas di markas FC Utrecht dengan kemenangan 2-1 pada laga Liga Europa yang penuh tensi. Namun, di balik sorak kemenangan, terselip kabar pahit yang membuat para fans Los Verdiblancos terdiam: Isco dan Sofyan Amrabat tumbang dalam insiden tragis di awal pertandingan.

Baru beberapa menit laga berjalan, dua bintang Betis itu terlibat benturan keras yang langsung membuat alarm bahaya berbunyi.

Amrabat, yang berusaha merebut bola yang juga diburu rekannya, menerima tekel brutal tepat di tulang kering kanan.

BACA JUGA:  Guardiola: Liga Champions Itu, Tidak Jatuh dari Langit, Bro

Isco pun tak kalah sial, sama-sama terkapar dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Dua pilar, dua kehilangan besar.

Meski badai cedera menerpa, Betis menunjukkan karakter tim besar. Mereka mengambil alih kendali permainan, dan dari sayap muncul penyelamat: Cucho Hernández.

Berawal dari aksi brilian Antony, Cucho menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang—gol yang membuat para pendukung Betis mengaum.

Keunggulan itu digandakan Abde Ezzalzouli sepuluh menit selepas jeda. Mendapat umpan jitu dari Pablo Fornals, Abde menari di dalam kotak penalti sebelum menempatkan bola dengan tenang ke sudut kiri bawah gawang. Dua serangan, dua penyelesaian klinis.

BACA JUGA:  Luis Suárez Diskors Enam Laga Usai Insiden Meludah ke Pelatih Lawan

Tapi Utrecht tak menyerah begitu saja. Lima menit kemudian, Miguel Rodríguez menciptakan gol spektakuler dari jarak 35 yard, menghujam ke sudut kiri bawah dan membuat laga kembali menegangkan.

Di sisa laga, kedua tim saling menciptakan peluang, namun tak ada gol tambahan. Peluit akhir berbunyi, skor 2-1 untuk Betis — kemenangan yang secara matematis membawa mereka hanya tertinggal satu poin dari pemuncak grup.

Namun euforia itu terasa hambar. Betis menang, ya. Tapi harga yang dibayar? Terlalu mahal. Dua pemain paling menentukan mereka cedera, dan seisi Benito Villamarín kini hanya bisa berharap kabar baik dari ruang perawatan.(maq)