Emma Raducanu Kalahkan Petenis Indonesia Janice Tjen di Grand Slam

Janice Tjen saat melawan Emma Raducanu di Grand Slam. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Emma Raducanu melanjutkan penampilan impresifnya di turnamen Grand Slam dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-1 atas petenis Indonesia, Janice Tjen, dalam pertandingan putaran kedua, menyusul kemenangan serupa 6-1, 6-2 di babak pertama.

Raducanu tampil dominan melawan Tjen, yang meski berstatus debutan Grand Slam, telah mencuri perhatian dunia setelah secara mengejutkan menyingkirkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, di babak sebelumnya. Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan pertama bagi petenis Indonesia di ajang Grand Slam dalam 22 tahun terakhir.

Meskipun Tjen, 23 tahun, baru memasuki panggung besar tenis profesional, performanya belakangan ini sangat mengesankan. Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Pepperdine pada Juni 2024, ia membukukan 20 kemenangan beruntun dan mencatat tingkat kemenangan mencapai 90 persen.

BACA JUGA:  Xabi, Orang yang Tepat untuk Menggantikan Klopp

Gayanya di lapangan, mulai dari forehand yang agresif, slice backhand yang rapi, hingga permainan net yang lincah, membuatnya kerap dibandingkan dengan mantan juara Wimbledon, Ash Barty. Tjen sendiri mengaku Barty sebagai panutannya dalam bermain tenis.

Namun, Raducanu menunjukkan kelasnya. Petenis Inggris berusia 22 tahun itu terlihat lebih matang dan unggul dalam hal atletis. Dengan pergerakan yang sangat efisien di lapangan dan kontrol permainan melalui pukulan backhand dua tangannya yang mematikan, Raducanu mendominasi jalannya pertandingan. Servisnya pun tampil solid sepanjang laga.

BACA JUGA:  Arsenal Kantongi Pemain-pemain yang Diincarnya pada Januari

Meski kalah, Tjen tetap mendapatkan sorotan sebagai talenta potensial dari Asia Tenggara. Dalam laporan Daily Mail, Tjen disebut sebagai bagian dari gelombang baru pemain muda yang menunjukkan bahwa dunia tenis semakin beragam.

Sebuah studi Federasi Tenis Internasional bahkan mencatat peningkatan partisipasi tenis global hingga 44 persen sejak 2019, termasuk lonjakan jumlah pelatih yang signifikan.

Pertandingan antara Raducanu dan Tjen menjadi tontonan menarik, menampilkan dua pemain muda berbakat dengan gaya permainan berbeda. Meski Raducanu jelas lebih unggul, Tjen menunjukkan bahwa dirinya adalah nama yang patut diperhitungkan di masa depan.(maq)