Messi Dijatuhkan Penyusup di Laga Inter Miami

Fans saat menyerbu Messi hingga terjatuh. Foto: via BBC

edisiana.com – Puerto Rico menjadi saksi malam yang panas—bukan hanya karena atmosfer Karibia, tetapi juga karena momen menegangkan yang melibatkan sang kapten Argentina, Lionel Messi.

Dalam laga persahabatan antara Inter Miami CF dan Independiente del Valle, Messi menjadi pusat perhatian—seperti biasa—namun kali ini dengan cara yang tak diinginkan.

Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, La Pulga langsung menghidupkan tempo permainan. Namun dua menit sebelum waktu normal berakhir, situasi berubah menjadi kacau.

Beberapa penggemar sudah lebih dulu memasuki lapangan demi mendekati idolanya. Messi bahkan sempat melayani satu di antaranya dengan berfoto selfie.

BACA JUGA:  City Bersaing dengan Chelsea untuk Gaet Bintang Muda Nottingham Forest, Elliot Anderson

Tetapi momen hangat itu berubah tegang ketika seorang penyusup lain tiba-tiba memeluk pinggang mantan playmaker FC Barcelona tersebut dan menjatuhkannya ke rumput.

Petugas keamanan segera bergegas.Dalam hitungan detik, Messi, sang penyusup, dan seorang petugas terlibat dalam pergumulan di tanah sebelum bala bantuan datang mengamankan situasi.

Tanpa Cedera, Tetap Menentukan

Kabar baiknya, Messi tampak tidak mengalami cedera. Ia bangkit dan berjalan menuju sisi lain lapangan dengan tenang, menunjukkan ketenangan seorang juara dunia.

BACA JUGA:  Everton Terbius, City Menang 3-0

Secara sportif, sang kapten tetap meninggalkan jejaknya di pertandingan ini. Ia mencetak gol dari titik penalti dalam kemenangan 2-1 Inter Miami, sementara gol lainnya dicetak oleh Santiago Morales.

Laga yang Sempat Tertunda
Pertandingan ini menurut BBC, sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 13 Februari. Namun duel tersebut harus dibatalkan karena Messi mengalami cedera hamstring. Kembalinya ia ke lapangan disambut antusias luar biasa—yang sayangnya berujung pada insiden invasi lapangan.

Malam di Puerto Rico itu pun menjadi pengingat: magnetisme Messi begitu besar hingga batas antara tribun dan lapangan kerap terasa terlalu tipis.(maq)