edisiana.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengundang malam Kylian Mbappe dalam jamuan kenegaraan. Bintang Prancis ini sempat dicandai terkait keputusannya meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG).
Mbappe menjadi tamu kejutan Macron di Istana Elysee, hanya beberapa minggu setelah memberi tahu Parisiens bahwa ia akan meninggalkan klub pada akhir musim.
Kapten Prancis ini telah menjadi pemain bintang tim Ligue 1 sejak pindah ke Parc des Princes pada tahun 2018. Dan ia telah lama dikaitkan dengan transfer blockbuster ke Real Madrid.
Pemain berusia 25 tahun itu telah menyetujui persyaratan dengan tim LaLiga yang hampir ia gabung pada tahun 2022. Baik PSG maupun Real belum memberikan pernyataan resmi yang mengumumkan keputusan sang pemain.
Menurut Mail Sport, Mbappe akan menerima pemotongan gaji besar-besaran setelah bergabung dengan tim asuhan Carlo Ancelotti. Sebab, ia saat ini mendapat gaji bersih sebesar €25 juta (£21,4 juta) per musim di ibu kota Prancis.
Dan pada hari Selasa kemarin, Mbappe diundang oleh Macron untuk makan malam untuk menghormati kunjungan Emir Qatar, Sheikh Tamin bin Hamad Al-Thani.
Beberapa nama besar lainnya dari bisnis Prancis-Qatar juga hadir, termasuk ketua PSG Nasser Al-Khelaifi, yang mengepalai grup kepemilikan klub Qatar Sports Investments. Sementara ketua Liga Sepak Bola Profesional Prancis, Vincent Labrune, juga dipanggil.
Sheikh Tamim diperkirakan diundang ke ibu kota oleh Perdana Menteri Prancis dalam upaya membantu negosiasi bantuan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Dan media Prancis RMC melaporkan, Mbappe langsung disambut oleh Macron ketika tiba di istana. “Anda (Mbappe) akan menciptakan masalah bagi kami, mungkin sebagai tanggapan atas keputusannya meninggalkan Qatar yang milik PSG,” kata Marcron dikutip dari Daylimail dengan nada bercanda dan sambil tersenyum.
Presiden Prancis kemudian menyampaikan pidato memuji Piala Dunia Qatar, dan negara Timur Tengah tersebut akan menginvestasikan €10 miliar (£8,6 juta) ke dalam infrastruktur Prancis selama beberapa tahun mendatang.
“Ada begitu banyak kenangan indah, di momen-momen yang tidak terlalu serius namun sama bersemangatnya dengan Piala Dunia 2022 ini. Permainan luar biasa Kylian Mbappe, kenangan penyelamatan tembakan (Randal) Kolo Muani yang masih membekas pahit di hati Prancis,” terang Macron menambahkan.
‘”Tetapi itulah yang terjadi dengan raja olahraga. Mereka menjalani turnamen yang fantastis, dan menurut saya ini adalah final paling spektakuler dalam sejarah. Prancis hadir di sana bersama para penggemarnya, perusahaan-perusahaannya seperti RATP dan para pesepakbolanya,” jelasnya.(maq)
Presiden Prancis Candai Mbappe Gara-gara Mau Pindah ke Madrid










