Hoffenheim Menang Dingin Meski Main dengan 10 orang di Kandang Bremen

Oliver Baumann dari Hoffenheim yang belum pernah bermain sama timnas Jerman akhir dipanggil. Foto: via ESPN

edisiana.com – Werder Bremen menjalani malam pahit di kandang sendiri. Menjamu TSG Hoffenheim pada laga Bundesliga, Selasa malam, Bremen harus menyerah 0-2, sebuah kekalahan yang terasa makin menyakitkan karena tim tamu bermain dengan 10 pemain di babak kedua.

Hoffenheim sejatinya sudah menunjukkan niat sejak sepak mula. Baru beberapa menit berjalan, ancaman langsung datang.

Sundulan Andrej Kramaric dari sisi kiri kotak enam yard nyaris membuka skor, andai saja Mio Backhaus tidak sigap melakukan penyelamatan krusial.

BACA JUGA:  Prediksi: City Kalah Lagi di Derby Manchester

Dominasi Hoffenheim berlanjut. Peluang demi peluang tercipta, namun gol baru lahir menjelang turun minum.

Alexander Prass melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur indah ke sudut kanan atas gawang. Gol spektakuler itu menjadi suntikan moral besar bagi tim tamu.

Petaka sempat menghampiri Hoffenheim di babak kedua. Wouter Burger diganjar kartu merah usai tinjauan VAR, memaksa pasukan Pellegrino Matarazzo Ilzer bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Namun alih-alih bertahan total, Hoffenheim justru tampil matang dan efisien.

BACA JUGA:  Bos Forest Dipecat Hanya 17 Menit Setelah Kekalahan dari Chelsea, Catat Rekor Terpendek di Premier League

Keteguhan itu berbuah gol kedua. Dari situasi bola mati, Grischa Prömel menyambar bola dengan tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti, mengarah ke sudut kiri atas gawang. Bremen kembali terdiam.

Tuan rumah sempat mencoba bangkit di menit-menit akhir. Jens Stage hampir memperkecil ketertinggalan lewat tembakan jarak jauh, tetapi Oliver Baumann tampil gemilang di bawah mistar.

Harapan Bremen sempat muncul saat Romano Schmid menjebol gawang Hoffenheim, namun VAR kembali berbicara: gol dianulir.

Peluit akhir menegaskan malam kelam bagi Werder Bremen. Kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di posisi ke-15 Bundesliga, sementara Hoffenheim pulang membawa tiga poin berharga—dan cerita kemenangan yang penuh karakter.(maq)