Max Verstappen Bukan Favorit Juara Dunia 2025, Tapi Tetap Raja F1

Max Verstappen melaju kencang di sirkuit balapan di Belgia. Foto: via Mundo Deportivo

edisiana.com – Meskipun peluang Max Verstappen untuk mempertahankan gelarnya di Kejuaraan Dunia Formula 1 2025 semakin tipis, satu hal tetap tak terbantahkan: ia masih pembalap terbaik di grid F1.

Sabtu ini, Verstappen sekali lagi menunjukkan bahwa kehebatan seorang pembalap tidak semata-mata diukur dari jumlah gelar atau kemenangan total.

Di lintasan basah dan sulit Spa-Francorchamps, pembalap asal Belanda itu menciptakan keajaiban—memenangi sprint race dengan mobil yang jelas kalah cepat dibanding rival-rivalnya.

BACA JUGA:  City, Jangan Anggap Enteng Inter, Ya!

Menghadapi dua McLaren yang jauh lebih kompetitif, Verstappen tampil gemilang. Oscar Piastri yang start dari pole position hanya mampu finis di posisi kedua, disusul oleh rekan setimnya Lando Norris di tempat ketiga.

Di belakang mereka, Charles Leclerc, Esteban Ocon, dan Carlos Sainz melengkapi enam besar.

Sprint race sepanjang 15 putaran itu menjadi panggung bagi Verstappen untuk menunjukkan kelasnya. Ia melakukannya nyaris tanpa cela: start yang agresif namun presisi, manajemen ban bekas yang luar biasa, serta pertahanan posisi yang dingin dan efisien.

BACA JUGA:  Neymar Tidak Mau ke Lain Hati, Tetap Ingin dì PSG

Yang membuat kemenangan ini semakin luar biasa adalah kenyataan bahwa mobil Red Bull miliknya tertinggal hingga setengah detik per putaran dibandingkan McLaren dalam sesi kualifikasi sprint sehari sebelumnya.

Namun menurut Mundo Deportivo, seperti yang telah ia buktikan berulang kali, kecepatan bukanlah segalanya. Mentalitas, teknik, dan intuisi balap-lah yang menjadikan Max Verstappen tetap tak tergoyahkan sebagai “raja F1”—meskipun tak lagi berada di singgasana klasemen.(maq)