edisiana.com – Como menulis satu halaman emas dalam sejarahnya. Setelah penantian panjang selama 40 tahun, tim berjuluk Lariani itu akhirnya kembali menjejak perempat final Coppa Italia, dan caranya sangat ala film: menyingkirkan Fiorentina 3-1 lewat sebuah remontada penuh karakter.
Skuad asuhan Cesc Fàbregas—yang sedang menikmati musim solid di peringkat keenam Serie A—terus memperpanjang kisah indah mereka.
Kali ini, Coppa Italia menjadi panggungnya. Fiorentina jadi korban terbaru dari tim yang bermain tanpa rasa takut dan penuh identitas.
Sorotan utama jatuh pada trio Spanyol: Nico Paz, Morata, dan Sergi Roberto. Malam itu beraroma La Roja.
Ketiganya tampil menentukan dan masing-masing mencatatkan nama di papan skor, menegaskan dominasi Como setelah tertinggal lebih dulu.
Fiorentina—yang tengah terpuruk di zona degradasi—sebenarnya sempat mengejutkan publik tuan rumah. Roberto Piccoli membuka skor cepat pada menit ke-7. Namun keunggulan itu hanya menjadi ilusi singkat.
Como merespons dengan ketenangan, mengontrol tempo, dan perlahan membalikkan keadaan hingga peluit akhir berbunyi.
Kini, petualangan belum selesai. Melansir MD menyebutkan tantangan berikutnya menanti pada 10 Februari: duel berat melawan Napoli di Stadio Diego Armando Maradona.
Ujian besar, panggung ikonik—dan untuk Como, mimpi ini jelas belum ingin berakhir.(maq)










