John Terry Menggoda Kursi Panas Oxford

John Terry menjadi kandidat pelatih Oxford United. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Oxford United sedang berdiri di tepi jurang. Hasil buruk, tekanan besar, dan kini satu nama legendaris muncul ke permukaan: John Terry.

Mantan kapten Inggris dan ikon Chelsea itu masuk radar sebagai kandidat manajer Oxford United. Sebuah langkah yang berani. Bahkan nekat.

Tapi justru di situlah aroma khas sepak bola Inggris terasa paling kuat. Saat ini, Terry bekerja di akademi Chelsea dan terlibat bersama tim 26ers di Baller League.

Namun ambisinya jelas: menjadi manajer utama. Sejak lama, ia ingin mengikuti jejak para mantan rekan setimnya di timnas Inggris—Frank Lampard, Steven Gerrard, hingga Wayne Rooney—yang lebih dulu terjun ke dunia kepelatihan.

BACA JUGA:  Calon Juara Inggris Hanya Menang 1-0

Menurut Daily Mail, Terry sebenarnya sudah pernah duduk di meja wawancara Oxford United pada November 2023.

Namun kala itu, kursi panas jatuh ke tangan Des Buckingham. Meski gagal, nama Terry tak pernah benar-benar hilang dari catatan dewan klub.

Kini situasinya berubah total. Pengganti Buckingham, Gary Rowett, resmi dipecat setelah performa memprihatinkan: satu kemenangan dari 10 laga. Terlalu sedikit. Terlalu lambat. Terlalu berbahaya.
Laporan The Sun menyebutkan bahwa para petinggi The U tengah serius mempertimbangkan Terry.

BACA JUGA:  Final Piala Dunia Antarklub: Sejarah Berpihak ke PSG daripada Chelsea

Memberinya pekerjaan manajer pertama di level profesional akan menjadi taruhan besar—tapi juga bisa menjadi kejutan yang menyelamatkan.

Klub milik Erick Thohir ini sekarang berada tepat di atas zona degradasi Championship. Poin mereka sama dengan Portsmouth di posisi ke-22 dan hanya unggul satu angka dari Norwich di urutan ke-23. Salah langkah, dan jurang menanti.

Pertanyaannya sekarang:Apakah John Terry siap masuk ke dalam api?

BACA JUGA:  Buffon Umumkan Gattuso sebagai Pelatih Baru Timnas Italia Gantikan Spalletti

Dan lebih penting lagi—apakah Oxford United berani mempercayakan nasibnya pada sebuah legenda yang belum pernah memimpin dari pinggir lapangan?
Drama dimulai. (maq)