edisiana.com – Sembilan tahun penantian akhirnya terbayar. Celta Vigo kembali menjejakkan kaki di babak 16 besar Liga Europa setelah menaklukkan PAOK dengan skor tipis 1-0 pada Kamis malam yang penuh emosi.
Gol tunggal yang lahir di Balaídos menjadi penegas superioritas tim Galicia tersebut.
Setelah kemenangan 2-1 di leg pertama pekan lalu, hasil ini memastikan langkah mereka dengan agregat meyakinkan 3-1. Tidak spektakuler dalam angka, tetapi matang dalam kendali.
Tim asuhan pelatih Celta tampil disiplin, tahu kapan harus menekan dan kapan memperlambat tempo. PAOK mencoba meningkatkan intensitas di babak kedua, namun pertahanan Celta berdiri kokoh.
Malam itu bukan tentang pesta gol, melainkan tentang karakter dan kedewasaan permainan. Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti di cakrawala Eropa.
Di babak 16 besar, Celta akan berhadapan dengan pemenang antara Aston Villa asuhan Unai Emery atau Lyon, klub yang saat ini diperkuat oleh Endrick, penyerang muda yang dipinjamkan dari Real Madrid.
Dua kemungkinan, dua ujian berat.
Aston Villa menghadirkan pengalaman Eropa dan tangan dingin Emery, spesialis kompetisi kontinental. Sementara Lyon menawarkan energi muda dan bakat Brasil yang sedang naik daun.
Melansir, namun untuk malam ini, Vigo hanya ingin merayakan. Setelah hampir satu dekade menunggu, mereka kembali menjadi bagian dari 16 besar Eropa.
Dan seperti biasa dalam kompetisi ini, mimpi selalu dimulai dari satu gol kecil — dan keyakinan besar.(maq)










