Koleksi Museum Raja Ali Haji Bertambah, Wisatawan Terus Berdatangan

971

Batam, edisiana.com – Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji terus bertambah. Yang terbaru berupa meriam dari Kecamatan Belakang Padang. Menurut sejarah meriam zaman Belanda itu berasal dari Pulau Buluh.

Camat Belakang Padang, Yudi Admaji mengatakan meriam ini adalah saksi bisu perjuangan melawan penjajah yang datang di Kepri .

Menurut sejarah meriam ini dibawa dari Pulau Buluh ke Belakang Padang sebagai Ibukota Kecamatan Batam pada dekade 80an pada masa Camat Mustafa Saleh. Dan diletakan di Kantor Camat lama. Pada tahun 1992 Kantor Camat Belakang Padang dibangun.

“Baru dan pindah ke Sekanak Raya saat kepemimpinan Camat Bapak Said Hasyim meriam ini dipindahkan ke Pulau Sekanak. Sejak itu saat itu meriam bersejarah ini kokoh mengapit tiang Bendera Merah Putih Kantor Kecamatan Belakang Padang,” katanya.

BACA JUGA:  Ketua INSA Batam: Galangan Kapal Menggeliat Kembali

Sempena Hari jadi Batam ke 191 tepat tanggal 18 Desember 2020 Museum Batam Raja Ali Haji diresmikan lalu dihibahkan ke museum. Diketahuinya museum tersebut mengambarkan sejarah perkembangan Kota Batam dari masa ke masa, pengujung akhir tahun 2020.

Meriam tersebut langsung diletakkan di tata pamer tepatnya di Khazanah Masa Belanda. “Kita terus berupaya mengisi Museum Batam Raja Ali Haji, kita bersyukur hari ketujuh setelah diresmikan kita mendapat meriam dari Belakang Padang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata seperti dilaporkan mediacenter.batam.go.id pada  Kamis, 24 Desember 2020.

BACA JUGA:  Lelang SPAM Batam Pakai Metode Satu Tahap Dua Sampul

Museum Batam Raja Ali ini, selain destinasi wisata budaya juga sebagai tempat edukasi bagi pelajar di Kota Batam khususnya dan umumnya Kepri.

Setelah diresmikan bertepatan Hari Jadi Batam (HJB) Ke-191 Tahun Jumat (18/12) lalu, pengunjung terus berdatangan, mulai remaja, dan orang tua dari masyarakat Batam. Dan Jumat, 25 Desember 2020 wisatawan nusantara (wisnus) asal Jambi mengunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Kedatangan wisnus pertama tersebut disambut baik oleh Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata.

BACA JUGA:  Batam Berpeluang Besar Ambil Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand

Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Isinya, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.(maq)

BAGIKAN