Juventus Menang Heroik, Tapi Gagal ke 16 Besar Liga Champions

Victor Osimhen memberikan tiga poin kepada Galatasaray. Foto: via BBC

edisiana.com –  Si Nyonya Tua, julukan Juventus meraih kemenangan dramatis 3-2 menjamu Galatasaray. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengantarkan mereka ke babak 16 besar Liga Champions.

Datang ke leg kedua dengan beban berat setelah kalah 5-2 pada pertemuan pertama, Juventus tak punya pilihan selain tampil agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan demi mengejar defisit agregat.

Upaya tuan rumah membuahkan hasil menjelang turun minum. Manuel Locatelli sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti dan membawa Juventus unggul 1-0. Gol tersebut membakar semangat publik Turin yang memadati stadion.

BACA JUGA:  Chelsea Bungkam Nottingham Forest 3-0, Kursi Postecoglou Makin Panas

Namun, situasi berubah menegangkan setelah bek Juventus, Lloyd Kelly, diganjar kartu merah. Bermain dengan 10 orang tentu menjadi pukulan berat, terlebih mereka masih harus mengejar selisih gol.

Alih-alih menyerah, Juventus justru menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Meski kalah jumlah pemain, mereka mampu menambah dua gol melalui Federico Gatti dan Weston McKennie.

Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, sekaligus menjaga asa comeback tetap hidup.

Juventus sebenarnya nyaris memperbesar keunggulan di waktu normal andai sepakan Kenan Yildiz tidak membentur tiang gawang. Momen itu menjadi salah satu peluang emas yang hampir mengubah jalannya laga.

BACA JUGA:  Penantian 55 Tahun Kemenangan Inggris

Memasuki babak tambahan 30 menit, keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Galatasaray. Wakil Turki itu bangkit dan mencetak dua gol balasan lewat Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz.

Skor 3-2 untuk kemenangan Juventus bertahan hingga laga usai. Sayangnya, secara agregat mereka tetap kalah 7-5 dari Galatasaray.

Dengan hasil ini, melansir ESPN, Galatasaray memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions. Di fase berikutnya, mereka akan berhadapan dengan salah satu raksasa Inggris, yakni Liverpool atau Tottenham Hotspur.

BACA JUGA:  Mbappé Resmi Umumkan Perpisahan dengan PSG

Juventus boleh tersingkir, tetapi perjuangan heroik mereka di Turin akan tetap dikenang sebagai bukti semangat dan determinasi hingga peluit akhir berbunyi.(maq)