edisiana.com – Manchester United harus menelan pil pahit di depan para pendukungnya sendiri. Rentetan lima laga tak terkalahkan mereka terhenti dengan cara yang memalukan: kalah 0-1 dari Everton yang bermain dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan.
Drama memuncak ketika Idrissa Gueye diusir keluar lapangan setelah menampar rekan setimnya, Michael Keane — sebuah insiden absurd yang justru memberi United keuntungan besar. Namun anehnya, justru tim asuhan Rúben Amorim tampil seperti tim yang kekurangan pemain.
Menurut laporan Daily Mail, banyak pemain United tampil jauh di bawah standar, dan taktik Amorim pun dinilai gagal total. Setan Merah tampil membosankan, tanpa arah, dan jarang menciptakan peluang berbahaya.
Keberanian Amorim melakukan pergantian pemain tak diikuti perubahan ritme. Hasilnya: nilai rapornya hanya 4.
Di lini depan, Joshua Zirkzee dan Patrick Dorgu menjadi simbol ketidakmampuan United memanfaatkan peluang. Keduanya mendapat nilai 4,5 setelah menyia-nyiakan kesempatan emas dengan tembakan melebar yang membuat frustrasi publik Old Trafford.
Di antara para pemain yang mendapat sorotan negatif, tiga nama mencolok:
Casemiro, kembali tampil tidak meyakinkan dalam duel dan distribusi bola.
Luke Shaw, gagal memberikan stabilitas di sisi kiri.
Senne Lammens, yang dianggap bisa berbuat lebih baik dalam mengantisipasi tembakan Dewsbury-Hall—gol yang akhirnya menjadi penentu kekalahan.
Hanya segelintir pemain United yang lolos dari hujan kritik. Bruno Fernandes, Matthijs de Ligt, dan Leny Yoro mendapatkan nilai di atas enam, tetapi kontribusi mereka belum cukup untuk mengubah nasib tim.
Di sisi lain, Everton — meski bermain dengan 10 pemain — tampil lebih efisien, lebih solid, dan lebih berbahaya. Gol indah Kiernan Dewsbury-Hall bukan hanya menghadiahkan tiga poin, tetapi juga mempermalukan United yang tampil tanpa identitas di hadapan publik sendiri.
Old Trafford kembali menjadi saksi bisu: tidak selalu tim yang punya keunggulan jumlah pemain yang pantas menang. Dan untuk United, malam ini menjadi pengingat keras bahwa pekerjaan rumah Rúben Amorim masih panjang — sangat panjang.(maq)










