Mbappe Cetak Gol ke-31, Menutup Kemenangan Emosional untuk Ancelotti dan Modric

Pendukung Madrid membentang poster Carlo Ancelotti di pertandingan terakhirnya. Foto: via BBC

edisiana.com – Kylian Mbappe menutup musim La Liga dengan gemilang setelah mencetak dua gol dalam kemenangan Real Madrid atas Real Sociedad. Gol-gol tersebut menggenapkan koleksi golnya menjadi 31 musim ini, sekaligus menjadikannya kandidat terdepan untuk meraih Sepatu Emas Eropa.

Pertandingan ini mungkin tidak lagi menentukan klasemen—Barcelona telah memastikan gelar juara dan Real Madrid mengunci posisi runner-up—namun malam di Santiago Bernabéu berubah menjadi momen perpisahan yang emosional untuk dua tokoh besar: Carlo Ancelotti dan Luka Modric.

Mbappe membuka keunggulan Madrid pada menit ke-38. Meskipun penalti awalnya sempat ditepis, ia dengan sigap menyambar bola pantul untuk mencetak gol.

BACA JUGA:  Skuad Mahal Chelsea Kalah dengan Pemain Muda Dortmund

Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor tujuh menit sebelum laga usai melalui tendangan kaki kirinya.

Penyerang asal Prancis itu menutup musim debutnya bersama Madrid dengan performa luar biasa—11 gol dalam enam laga terakhir La Liga.

Sementara Mbappe melambangkan masa depan Los Blancos, laga ini menjadi penghormatan untuk masa lalu yang penuh prestasi.

Carlo Ancelotti, yang akan meninggalkan kursi pelatih Real untuk menangani Timnas Brasil mulai 26 Mei, berpamitan setelah dua periode sukses bersama klub.

BACA JUGA:  Darwin Nunez Cedera Otot Saat Bela Uruguay

Pelatih asal Italia itu total mempersembahkan 15 trofi, termasuk gelar Liga Champions dan La Liga musim lalu.

Spanduk penghormatan untuk Ancelotti terpampang sebelum laga dimulai. Sementara itu, Luka Modric—yang telah mengonfirmasi akan hengkang usai Piala Dunia Antarklub FIFA musim panas ini—menjalani laga terakhirnya di Bernabéu.

Sejak bergabung dari Tottenham pada 2012, gelandang asal Kroasia itu meraih 28 trofi bersama Madrid, termasuk enam gelar Liga Champions dan empat gelar liga domestik.

Menukil BBC, Modric ditarik keluar di menit-menit akhir pertandingan, disambut standing ovation dari seluruh stadion. Ia memeluk rekan-rekan setim, mendapat penghormatan dari para pemain kedua tim, sebelum akhirnya bertemu keluarganya di tepi lapangan—sebuah perpisahan yang layak untuk salah satu legenda terbesar dalam sejarah Real Madrid.(maq)