Bola  

Amarah Fans AC Milan Memuncak di Laga Terakhir Musim

Pendukung Milan membentangkan poster Pulanglah di Stadion San Siro. Foto: via ESPN

edisiana.com – Kemarahan para penggemar AC Milan mencapai puncaknya pada pertandingan terakhir klub pada Sabtu malam waktu Italia. Meski berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Monza, protes terhadap kepemilikan dan struktur manajemen klub berlangsung baik sebelum maupun selama pertandingan.

Matteo Gabbia membuka keunggulan Milan lewat sundulan di babak kedua di San Siro, disusul oleh gol João Félix dari tendangan bebas yang memastikan tiga poin dan membawa Milan naik ke peringkat ketujuh klasemen.

Namun kemenangan itu tak cukup meredakan kekecewaan fans. Ribuan pendukung memulai protes sejak sebelum laga, berkumpul di luar kantor pusat klub untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap kegagalan Milan lolos ke kompetisi Eropa serta kekalahan dari Bologna di final Coppa Italia.

BACA JUGA:  Bos West Ham Sukanya Rice Barter dengan Gallagher

Di dalam stadion, suasana serupa terjadi. Nyanyian bernada protes menggema di tribun San Siro, terutama ditujukan kepada pemilik klub asal Amerika Serikat, Gerry Cardinale.

“Cardinale, kamu harus menjual. Keluar!” teriak para penggemar.

Milan yang semula digadang-gadang sebagai penantang gelar musim ini, justru tampil mengecewakan. Mereka menutup musim dengan selisih 19 poin dari sang juara, Napoli.

Sejak awal musim, ketidakpuasan fans sudah terasa, terutama setelah penunjukan Paulo Fonseca sebagai pelatih kepala—keputusan yang tidak diterima dengan baik oleh sebagian besar pendukung.

BACA JUGA:  Kane Selamatkan Bayern dari Kekalahan, Rekor Sempurna Terhenti di Berlin

Fonseca kemudian digantikan oleh pelatih asal Portugal lainnya, Sérgio Conceição, pada bulan Desember. Meski Conceição sempat membawa Milan menjuarai Piala Super dalam laga debutnya, performa klub di Serie A tetap tidak memuaskan. Mereka juga tersingkir di fase grup Liga Champions.

Puncak kemarahan fans dilampiaskan pada laga pamungkas tersebut. Sasaran mereka termasuk Kepala RedBird Capital Gerry Cardinale, Ketua Klub Paolo Scaroni, CEO Giorgio Furlani, penasihat senior Zlatan Ibrahimović, dan Direktur Teknis Geoffrey Moncada.

Tak hanya itu, para pendukung juga menyerukan agar Paolo Maldini kembali ke klub. Ikon AC Milan itu dipecat dari jabatannya sebagai direktur teknis pada 2023—keputusan yang memperburuk hubungan antara fans dan manajemen klub.

BACA JUGA:  Barcelon Butuh 16 Poin Raih Gelar Juara LaLiga

Melansir ESPN, kelompok ultras Curva Sud memimpin aksi protes dengan menyanyikan seruan “Pulanglah ke Amerika,” dan secara terorganisir meninggalkan tribun 15 menit setelah pertandingan dimulai sebagai bentuk mogok menonton.(maq)