Semakin Gagal, Semakin Besar Keinginan Kane Cetak Gol

Kane menambah koleksi golnya menjadi 27 pada musim ini. Foto: via ESPN

edisiana.com – “Kami bereaksi dengan baik setelah menyamakan kedudukan. Kemenangan ini bagus bagi kami setelah tiga kekalahan berturut-turut.”

Demikian dikatakan Thomas Tuchel, pelatih Bayern Munich usai pertandingan melawan RB Leipzig seperti dilansir ESPN pada Ahad ini.

Menurut dia , babak pertama sekuadnya tampil sangat bagus dan babak selanjutnya sedikit sulit. “Babak kedua agak rumit. Tapi kami mencetak gol pembuka ketika Leipzig kuat,” ujar mantan pelatih Chelsea itu.

Bayern berada di posisi kedua setelah menang 2-1. Mereka tertinggal delapan poin dari pemimpin klasemen Bayer Leverkusen, yang berada di puncak klasemen.

Leverkusen mengumpulkan 61 poin setelah menang 2-1 atas Mainz pada Sabtu kemarin. Sementara Leipzig tetap berada di peringkat kelima dengan 40 poin.

BACA JUGA:  Calafiori Hanya Sebagai Pajangan Bangku Cadangan

Tuchel mengatakan pembicaraan mengenai peluang meraih gelar saat ini tidak ada gunanya. “Kami harus memenangkan setiap pertandingan sekarang. Situasinya jelas, Leverkusen unggul besar. Sekarang kami harus menghadapi situasi ini,” terangnya.

Bayern seharusnya bisa unggul di babak pertama ketika tendangan Kane membentur tiang pada menit kelima dan kembali menyamakan kedudukan melalui tendangan sepeda.

Leipzig menikmati awal yang lebih baik setelah turun minum, berulang kali menguji kiper Manuel Neuer sebelum Kane memanfaatkan istirahat cepat setelah kerja awal yang bagus dari Jamal Musiala.

BACA JUGA:  Liverpool Mendekati Gelar Juara

Leipzig, yang berjuang untuk finis empat besar dan satu tempat di Liga Champions musim depan, memiliki dua peluang emas melalui Benjamin Sesko tetapi kedua peluang tersebut digagalkan oleh Neuer.

Sang kiper dikalahkan pada menit ke-70 ketika tembakan Sesko sedikit membelok dan membuat dia salah langkah. Namun Kane kembali menjadi penyelamat dengan golnya yang ke-27 di liga musim ini, melepaskan tembakan mendatar yang kuat untuk merebut tiga poin.

“Harry telah melakukan ini sejak dia berusia 14 tahun, mencetak 50 gol setiap tahun dan itu tidak akan berubah,” kata Tuchel.

“Ini matematika. Semakin dia gagal, semakin besar kemungkinan dia mencetak gol pada kesempatan berikutnya,” tambahnya.(maq)