Bola  

Presiden UEFA Akui City Dihukum Larangan Bermain Dua Tahun di Eropa

Manchester City akan melakukan renovasi gedung utaranya. Dengan menambah kursi penonton, hotel, mal Dan museum. Foto: Daylimail

edisiana.com – Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengakui pihaknya melarang  Manchester City tampil di semua kompetisi Eropa selama dua tahun pada tahun 2020. Sebelum larangan tersebut dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Pada bulan Februari 2020, Badan Pengendalian Keuangan Klub UEFA mendapati City melanggar aturan Financial Fair Play. The Sky Blue dianggap melakukan peningkatan pendapatan sponsorship antara tahun 2012 dan 2016.

Makanya dalam keputusan, selain larangan bermain selama dua tahun, City juga dikenakan denda sebesar €30 juta ($33 miliar)

City lantas menentang keputusan tersebut di CAS, dan pada Juli 2020, pengadilan membatalkan larangan tersebut dan mengurangi denda menjadi €10 juta.

Namun, Ceferin berpendapat UEFA benar dalam memberikan sanksi kepada City.

“Kami tahu kami benar. Kami tidak akan memutuskan jika menurut kami kami tidak benar,” kata Ceferin seperti dilansir ESPN pada hari ini.

“Sebagai pengacara selama 25 tahun, saya tahu bahwa, terkadang memenangkan sebuah kasus yang yakin akan kalah. Dan, terkadang kalah dalam sebuah kasus ketika Anda yakin. Anda hanya perlu menghormati demokrasi yang serius keputusan pengadilan,” tambahnya menegaskan.

“Saya tidak ingin berbicara mengenai kasus ini di Inggris. Namun saya percaya bahwa keputusan badan independen kami adalah benar. Saya tidak terlibat dalam keputusan ini,” lanjut dia.

City memuji keputusan CAS sebagai validasi posisi klub dan bukti yang bisa diberikan namun pengawasan terhadap urusan keuangan mereka tidak berkurang sejak saat itu.

Pada bulan Februari 2023, City didakwa Liga Premier  dengan 115 pelanggaran peraturan keuangan antara tahun 2009 dan 2018 dan merujuk klub tersebut ke komisi independen.

Belum ada keputusan yang diambil mengenai dakwaan City, namun, sejak itu, Everton mendapat  pengurangan 10 poin karena melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan Liga Premier.

Bersama Nottingham Forest , klub Merseyside itu didakwa melakukan  pelanggaran lebih lanjut terhadap peraturan yang sama awal bulan ini.

Bos City, Pep Guardiola, meminta agar mereka bersabar atas tuduhan yang diajukan City. Dia juga mengatakan bahwa kasus yang dihadapi klubnya sangat berbeda dengan kasus yang dialami Everton. 

Meski demikian, Ceferin mengaku memahami rasa frustrasi para penggemar atas keterlambatan penilaian.(maq)

BACA JUGA:  Hattrick Eddie untuk Mendiang Bibinya