edisiana.com – Napoli berpesta. Trofi direngkuh. Dan Rasmus Hojlund? Ia tak ketinggalan menabur garam ke luka lama Manchester United.
Striker berusia 22 tahun itu menyindir mantan klubnya lewat media sosial usai sukses besar bersama Napoli.
Sebuah foto dirinya dengan trofi di tangan diunggah, disertai kalimat singkat namun mematikan: “Betapa hebatnya keputusan ini.” Pesan jelas, sasaran jelas.
Di Italia, Hojlund hidup kembali. Tujuh gol dari 19 laga bersama raksasa Naples menjadi bukti bahwa ia menemukan rumah barunya.
Teranyar, ia mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas AC Milan di semifinal Coppa Italia, Kamis lalu—sebuah panggung besar yang ia jawab dengan performa nyata.
Namun di partai final, sorotan utama jatuh kepada David Neres. Winger Brasil itu tampil sebagai pahlawan mutlak dalam kemenangan Napoli atas Bologna, mencetak gol di setiap babak dan memastikan piala mendarat di Naples.
Gol pertamanya pada menit ke-39 adalah karya seni.
Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter melengkung indah ke sudut jauh gawang—Federico Ravaglia hanya bisa terpaku. Gol yang pantas menentukan final.
Gol kedua menunjukkan naluri pembunuh yang berbeda.
Setelah hampir satu jam laga berjalan, Neres membaca kesalahan fatal Ravaglia, merebut bola dari John Lucumí, lalu dengan tenang melambungkan bola melewati kiper yang terjatuh. Klinis. Kejam. Penentu.
Bagi mantan winger Ajax dan São Paulo itu, ini adalah dua gol keduanya bersama Napoli sejak direkrut dari Benfica pada Agustus 2024. Dan bagi Napoli, ini adalah malam penegasan: proyek mereka berhasil.
Sementara itu, di kejauhan, Manchester United hanya bisa melihat. Dan membaca satu kalimat singkat dari Hojlund—yang terasa lebih tajam dari gol mana pun.(maq)










