Parlemen Oman Tawar Jubah Messi Senilai Rp16 M

263
Anggota Parlemen Oman menawar bist yang dikenakan Messi saat mengangkat Piala Dunia. Foto: Getty

Seleb, edisiana.com Ahmed Al Barwani, seorang pengacara dan anggota parlemen di Oman, mengajukan penawaran terhadap jubah Lionel Messi kenakan saat mengangkat Piala Dunia. 

Nilai yang diberikan sebesar  $ 1 juta (£ 828k) atau sekitar Rp16 miliar. Dia berharap bisa menyimpan garmen tersebut di Timur Tengah. 

Acara puncak di Qatar , Emir Qatar dan presiden FIFA Gianni Infantino memberikan jubah kepada kapten Argentina saat ia dianugerahi Piala Dunia.

Hadiah itu merupakan citra ikonik Messi , yang mencetak dua gol di final dan merebut tropi pemain terbaik dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk negaranya dengan  mengenakan bisht di atas kemeja Argentinanya. 

BACA JUGA:  Argentina Duel Pemanasan dengan Uni Emirat Arab

Lantaran pakaian yang dikenakan oleh banyak orang dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa, anggota parlemen Oman  meluncurkan tawaran awal untuk menggoda pemain berusia 35 tahun itu.

“Dari Kesultanan Oman, saya mengucapkan selamat kepada Messi karena telah memenangkan Piala Dunia Qatar 2022 … bisht Arab, simbol kesopanan dan kebijaksanaan. Saya menawarkan Anda $1 juta sebagai imbalan atas bisht itu,” tulisnya di Twitter seperti dilansir Mirror pada hari ini. 

BACA JUGA:  Pemko Batam Raih UKPBJ Level 3

Messi telah diyakinkan bahwa pakaian yang dikenakan untuk perayaan tidak akan digunakan untuk tujuan yang sama, melainkan untuk dipamerkan. 

“Itu akan ditampilkan untuk memperingati momen kebanggaan itu, dan untuk membantu kita menghidupkannya kembali, dan juga untuk mengingatkan kita bahwa kita bisa melakukan apa saja,” klaimnya.

BACA JUGA:  Pioli Pede AC Milan Lolos ke Final Champions

Al Barwani kemudian memberi tahu media Timur Tengah The National.  “Saya berada di stadion menyaksikan momen itu secara langsung ketika Emir Qatar memberi Messi bisht,” ujarnya. 

“Momen ini memberi tahu dunia yang ada di sini dan ini adalah budaya kita, harap ketahui dengan baik. Turnamen ini menjadi sumber kebanggaan dan menyoroti fakta penting tentang bagaimana kita tidak melupakan Palestina dan bahwa orang Arab adalah satu dan bersatu,” tambahnya lagi.(maq)

BAGIKAN