Simeone Salahkan Wasit atas Gagalnya Atlético Madrid Lolos ke 16 Besar

Diego Simeone saat menginstruksikan para pemainnya. Foto: via ESPN

edisiana.com – Manajer Atlético Madrid, Diego Simeone, menyebut kepemimpinan wasit sebagai alasan utama timnya gagal melaju ke babak 16 besar turnamen bergengsi FIFA, meskipun berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Botafogo (Brasil) dalam laga terakhir Grup B yang berlangsung hari ini.

Atlético tersingkir setelah finis di posisi ketiga grup, meski mengoleksi enam poin—jumlah yang sama dengan Paris Saint-Germain (PSG) dan Botafogo. Namun, mereka kalah selisih gol akibat kekalahan telak 4-0 dari PSG di laga pembuka—hasil yang akhirnya menjadi penentu nasib mereka di “grup neraka” tersebut.

“Kami memenangkan dua dari tiga pertandingan dan meskipun begitu, sayangnya kami tersingkir,” ujar Simeone seperti dilansir nukil dari ESPN usai kemenangan atas Botafogo.

“Dengan enam poin, itu sebenarnya tidak buruk, tetapi pertandingan melawan PSG menghukum kami, di mana setiap keputusan wasit selalu merugikan kami.”

Pelatih asal Argentina itu juga mengkritisi keputusan wasit dalam laga terakhir, di mana penalti yang awalnya diberikan kepada timnya dibatalkan setelah tinjauan VAR.

“Pertandingan hari ini juga memiliki keputusan penalti yang dibatalkan setelah VAR. Ini adalah lanjutan dari pola yang sama. Kami tahu apa yang perlu diperbaiki, dan ini akan membantu kami melangkah ke depan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Satu Grup di Penyisihan, Kini Kanada Vs Argentina Bertemu di Semifinal

Atlético datang ke Amerika Serikat dengan harapan tinggi. Mereka membawa skuad bertabur bintang, termasuk penyerang Argentina Julián Álvarez, mantan kapten Prancis Antoine Griezmann, dan sejumlah pemain internasional lainnya. Namun harapan itu kini pupus lebih awal.

Penderitaan mereka semakin dalam dengan rival abadi mereka, Real Madrid, yang justru melaju mulus dalam turnamen FIFA edisi terbaru ini.

Kini, Atlético menghadapi masa introspeksi di luar musim. Tantangan besar menanti Simeone dan pasukannya untuk membangun kembali kekuatan tim dan merebut kembali status sebagai penantang serius di semua kompetisi.(maq)