edisiana.com – Pep Guardiola kini tengah dihadapkan pada dilema besar soal masa depan James McAtee. Meski masih berusia 22 tahun, McAtee sudah menunjukkan potensi luar biasa dan telah tampil 13 kali di Liga Premier musim ini.
Namun, posisinya di skuad inti Manchester City bisa terancam, terutama jika klub merekrut gelandang baru musim panas nanti.
City dilaporkan memantau dua nama besar sebagai pengganti Kevin De Bruyne, yang dipastikan akan meninggalkan Etihad pada akhir musim: Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen dan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest.
Keduanya dinilai sebagai playmaker yang sudah matang dan bisa langsung mengisi kekosongan yang ditinggalkan De Bruyne.
Sementara itu, McAtee berharap mendapatkan promosi peran setelah kepergian De Bruyne. Namun, jika City lebih memilih mendatangkan pemain “jadi”, maka peluang McAtee untuk berkembang di tim utama bisa terhambat.
Apalagi, beberapa klub lain – termasuk rival sekota, Manchester United – sudah mulai mengincarnya.
Guardiola kabarnya tengah berusaha keras mencari cara agar McAtee tetap bertahan. Ini menjadi ujian besar bagi manajemen City dalam menyeimbangkan regenerasi tim dengan mempertahankan talenta muda yang berpotensi besar.
“Untuk usianya, saya ingin dia bertahan. Tapi saya mengerti para pemain menginginkan lebih banyak menit bermain. Saya ingin dia bertahan, dia pemain akademi, dia tahu polanya,” ujar bos Manchester City, Pep Guardiola dikutip dari Mirror pada Kamis, 24 April 2025.
“Dia orang yang menyenangkan dan berlatih dengan sangat baik. Dia bisa bermain di posisi yang berbeda tetapi saya tidak tahu bagaimana skuadnya nanti dan kita lihat saja nanti,” tambahnya.(maq)










