edisiana.com – Atmosfer Liga Champions kembali tersulut. Bukan hanya soal taktik dan gol, tetapi juga kontroversi yang mengguncang jelang leg kedua di Madrid.
Pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi skorsing satu pertandingan oleh UEFA atas dugaan pelecehan rasis terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior.
Artinya jelas: talenta muda Argentina itu dipastikan absen pada leg kedua di Santiago Bernabéu, Rabu malam besok.
Sebuah kehilangan signifikan bagi Benfica dalam duel hidup-mati fase gugur.
Melansir BBC, badan pengatur sepak bola Eropa itu menjatuhkan larangan bermain secara sementara sambil menunggu hasil investigasi penuh oleh inspektur etika dan disiplin mereka.
Pesannya tegas: hukuman tambahan masih mungkin dijatuhkan setelah penyelidikan rampung.
Insiden itu terjadi pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions di Lisbon, Selasa lalu.
Vinícius melaporkan kepada wasit Francois Letexier bahwa dirinya menjadi korban pelecehan rasial yang diduga dilakukan oleh Prestianni.
Namun kubu Benfica tidak tinggal diam. Prestianni membantah keras tudingan tersebut.
Klub asal Portugal itu juga mengonfirmasi akan mengajukan banding atas keputusan UEFA, meskipun mereka menyadari proses tersebut hampir pasti tidak akan mengubah situasi sebelum pertandingan di Madrid.
Dengan demikian, laga di Bernabéu akan berlangsung tanpa salah satu amunisi muda Benfica — dan di bawah bayang-bayang kontroversi yang memperkeruh tensi duel dua raksasa Eropa ini.
Madrid bersiap. Benfica tertekan. Dan Liga Champions, sekali lagi, membuktikan bahwa dramanya tak pernah hanya soal sepak bola.(maq)











