edisiana.com – Levante masih enggan mengibarkan bendera putih. Dalam duel penuh emosi di Stadion Ciutat de València, tim asuhan Luís Cortés menaklukkan Elche besutan Eder Sarabia dengan skor tipis 3-2 pada Jumat malam.
Dan kemenangan yang menjaga harapan mereka untuk keluar dari jerat degradasi tetap menyala.
Namun, laga tak dimulai sesuai rencana tuan rumah. Elche lebih dulu mengejutkan publik Valencia pada menit ke-11 ketika Álvaro Rodríguez muncul di tengah kotak penalti dan menanduk bola hasil sepak pojok, membuat Levante tersentak.
Levante mencoba bangkit sepanjang babak pertama, menguasai bola dan menekan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tak berubah hingga jeda.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah restart. Jeremy Toljan mengirimkan umpan silang akurat yang disambut Pablo Martínez dari jarak dekat untuk menaklukkan kiper Elche dan menyamakan kedudukan.
Momentum berbalik. Menit ke-68, Adrián de la Fuente menjadi protagonis berikutnya dengan sundulan keras dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang, membawa Levante berbalik unggul.
Saat kemenangan tampak di depan mata, Elche kembali menunjukkan daya juang. Di masa tambahan waktu, Adam El Mokhtari mencetak gol penyeimbang lewat sepakan kaki kanan ke sudut kiri atas, membungkam sejenak stadion.
Namun drama belum berakhir. Pada menit-menit terakhir, dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Jon Olasagasti, Alan Matturro muncul sebagai pahlawan dengan gol penentu kemenangan, memicu ledakan kegembiraan di tribun.
Kemenangan ini bukan hanya tiga poin—ini adalah kemenangan kandang pertama Levante musim ini, sekaligus memangkas jarak menjadi hanya tiga poin dari zona aman. Levante masih hidup, dan mereka siap bertarung hingga akhir.(maq)










