edisiana.com – Bayern Munich berubah menjadi badai ganas di Allianz Arena pada Sabtu malam. Tim asuhan Vincent Kompany yang masih invictus musim ini sempat dikejutkan oleh Freiburg. Tapi pada akhirnya menjadikan laga ini sebagai ajang demonstrasi kekuatan dengan kemenangan telak 6-2.
Shock therapy lebih dulu datang untuk publik Bavaria: dua tendangan sudut, dua gol. Yuito Suzuki dan Johan Manzambi membungkam stadion dan sempat membuat Bayern tampak goyah.
Impian Freiburg untuk meraih kemenangan tandang pertama ke markas Bayern pun berkelebat sejenak… lalu hancur tanpa sisa.
Di sinilah kebangkitan dimulai. Lennart Karl, bocah ajaib berusia 17 tahun, memperkecil ketertinggalan. Ia lalu mengirim umpan jitu kepada Michael Olise yang menyamakan skor tepat sebelum turun minum.
Allianz Arena kembali bernapas, dan Bayern kembali menjadi Bayern.
Babak kedua berubah menjadi pentas dominasi total. Dayot Upamecano mencetak gol, disusul Harry Kane yang akhirnya mendapatkan namanya di papan skor untuk memantapkan kendali penuh Munich atas pertandingan.
Belum cukup sampai di situ—pemain pinjaman Nicolas Jackson masuk dari bangku cadangan dan langsung menambah luka Freiburg dengan gol kelima.
Lalu, sebagai penutup megah, Olise kembali menari di kotak penalti dan mengirimkan tembakan yang mengunci pesta: gol keduanya, dan Bayern menutup malam dengan gaya khas raksasa Bundesliga.
Badai merah menyapu Bavaria. Bayern belum tersentuh, belum tersandung—dan malam ini, mereka kembali mengingatkan Bundesliga siapa yang menguasai panggung.(maq)











