edisiana.com – Krisis Monaco semakin dalam. Bukan sekadar kekalahan, tetapi pukulan telak 4–1 dari Stade Rennais yang membuat mereka terjun bebas ke posisi kedelapan Ligue 1. Tiga kekalahan beruntun, moral ambruk, dan cahaya gelar juara kini terasa seperti mimpi dari musim yang berbeda.
Satu-satunya berita “manis” bagi publik Monaco adalah kembalinya Paul Pogba ke lapangan setelah lebih dari dua tahun tersisih karena hukuman doping. Namun, comeback ini hanya menjadi catatan kecil dalam malam penuh penderitaan di Stade Louis-II.
Padahal Monaco memulai laga dengan wajah yang meyakinkan. Mereka menguasai bola, tampil agresif, dan Ansu Fati hampir membuka skor lewat tembakan keras yang ditepis oleh kiper Rennes, Brice Samba, yang malam itu berubah menjadi tembok hidup.
Setelah tekanan awal itu, Rennes mulai merespons dengan cerdas. Mahdi Camara, yang menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Monaco sepanjang laga, menyelipkan umpan silang yang disambar menjadi gol ke pojok kanan atas—tak terjangkau, tak terhentikan.
Monaco mencoba membalas lewat George Ilenikhena, menerima terobosan dari Jordan Teze, tetapi tembakannya diblok. Fati kembali hadir lewat sundulan mematikan, namun Samba lagi-lagi mengatakan “tidak”.
Menjelang jeda, Rennes semakin percaya diri. Estéban Lepaul dan Camara melepaskan percobaan berbahaya, tapi Lukás Hrádecky menjaga Monaco tetap hidup dengan serangkai penyelamatan heroik. Namun itu hanya menunda eksekusi.
Babak kedua tak membawa keajaiban. Rennes tetap menyerang, Hrádecky tetap bekerja sendirian, dan akhirnya pagar itu runtuh.
Camara, pemain terbaik di lapangan, kembali menghukum Monaco—kali ini dengan gol yang merobohkan mental tuan rumah.
Lalu bencana berikutnya tiba: menit ke-65, Denis Zakaria menerima kartu merah karena pelanggaran keras. Monaco, yang sudah rapuh, kini tampil dengan satu pemain lebih sedikit dan Rennes tak menyia-nyiakannya.
Breel Embolo menancapkan sundulan jarak dekat ke pojok gawang: 0–3. Tak lama kemudian Ludovic Blas mengeksekusi penalti dengan sempurna, menghantam pojok kanan atas: 0–4.
Monaco hanya bisa memperkecil luka melalui Mika Biereth yang menyelesaikan umpan Vanderson, tetapi itu tak lebih dari penghiburan kecil dalam malam penuh nestapa.
Paul Pogba kembali—namun Monaco tetap runtuh. Dan kini, dari posisi kedelapan, mimpi gelar terasa sangat jauh… bahkan mungkin tak terlihat lagi.(maq)











