edisiana.com – Manchester City benar-benar dibuat menangis di St. James’ Park. Alih-alih membawa pulang tiga poin, pasukan Pep Guardiola justru dipulangkan dengan tangan hampa setelah tumbang 2-1 dari Newcastle United—dan nama yang menggema malam itu hanya satu: Harvey Barnes, sang pemburu kepala juara bertahan.
Pertandingan pada Minggu dini hari itu dibuka dengan tensi tinggi, namun babak pertama berjalan hambar tanpa gol. City menguasai bola, Newcastle menunggu, tapi tak ada yang cukup tajam untuk memecahkan kebuntuan.
Sampai akhirnya babak kedua berubah menjadi panggung pribadi Barnes. Ia membuka keran gol The Magpies dengan penyelesaian mematikan, namun City sempat membalas.
Ruben Dias—beruntung atau tidak—mendapatkan gol usai tembakannya terdefleksi Fabian Schar saat Newcastle gagal menghalau bola dari situasi sepak pojok.
Tapi kebangkitan kecil City itu langsung dipatahkan dengan cara paling kejam.
Jacob Murphy mengirim umpan berbahaya ke kotak penalti. Sundulan Bruno Guimarães menghantam mistar dengan keras membuat fans menahan napas.
Dan di antara kekacauan itu, Barnes muncul seperti hantu, menyambar bola dan menghujamkan gol kedua Newcastle. St. James’ Park meledak!
VAR sempat menghentikan pesta untuk pemeriksaan offside yang panjang, namun pada akhirnya gol tersebut tetap sah—dan gemuruh stadion kembali berkobar.
Menukil BBC, kemenangan ini merupakan respons yang diimpikan Eddie Howe setelah kekalahan pahit 3-1 di Brentford sebelum jeda internasional. Dan malam itu, di hadapan pendukungnya sendiri, Newcastle mencatat kemenangan langka atas tim super Guardiola.
City pun pulang dengan luka, sementara St. James’ Park merayakan malam yang mungkin akan dikenang sepanjang musim.(maq)











