edisiana.com – La Cerámica kembali bergemuruh. Villarreal dan Mallorca menyajikan duel penuh api, ritme gila, dan ketegangan khas LaLiga.
Tim asuhan Marcelino harus dua kali memukul balik untuk mengamankan kemenangan penting 2–1 di La Plana, dalam laga yang sejak menit pertama sudah berubah menjadi perang terbuka.
Hanya enam menit dibutuhkan bagi Gerard Moreno untuk membuka pesta. Sang kapten, predator di kotak penalti, menerima umpan terukur dari Ayoze Pérez dan tanpa ragu mengirimkan bola ke tengah gawang—Lucas Bergström tak sempat bereaksi.
Tapi euforia tuan rumah hanya bertahan dua menit. Mallorca merespons dengan brutal. Pablo Torre melihat ruang, mengirim bola kepada Samú Costa, dan gelandang Portugal itu melepaskan tembakan presisi ke sudut kanan bawah. 1–1, tensi meninggi, dan La Cerámica mendidih.
Mallorca kemudian menekan balik. Mateo Joseph mencoba menusuk dari kanan kotak penalti, namun Luiz Júnior tampil gemilang untuk menepis peluang berbahaya tersebut.
Villarreal membalas lewat Santi Comesaña yang melepaskan tembakan dari sudut nyaris mustahil, tetapi Bergström terbang menyelamatkan timnya. Setelah itu, Los Bermellones mengambil alih kendali hingga turun minum.
Babak kedua dimulai dengan Mallorca kembali menancapkan gas. Pablo Torre, yang menjadi nyawa serangan tim tamu, melepaskan tembakan keras yang lagi-lagi dimentahkan Luiz Júnior.
Villarreal tak tinggal diam—Georges Mikautadze memaksa Bergström melakukan penyelamatan krusial. Dan akhirnya, dentuman terakhir datang dari sang pahlawan baru: Tani Oluwaseyi.
Penyerang muda itu memanfaatkan momen di depan gawang dan mengirim bola ke dalam jala, mengunci tiga poin berharga bagi Submarino Amarillo.
La Cerámica pun meledak. Villarreal memenangi duel keras, penuh intensitas, dan bertempo tinggi—kemenangan yang terasa lebih seperti pertarungan daripada pertandingan. Marca akan berkata: Ini bukan hanya tiga poin, ini pernyataan karakter.(maq)










